Derita Tumor, Meri Butuh Uluran Tangan Malaikat Tak Bersayap

KBRN, Bone : Seorang gadis bernama Meri Puspita asal Kelurahan Watan Palakka, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menderita pembengkakan dibagian perut akibat penyangkit tumor.

Kediaman Meri tidak jauh dari kantor Camat Tanete Riattang Barat atau kurang lebih 100 meter masuk dari kantor Camat.

Penyakit yang dideritanya tersebut, terjadi sejak Meri duduk dibangku pendidikan SMP hingga saat ini memasuki usia 20 tahun.

Saodah, ibu kandung dari Meri Puspita menuturkan bahwa, anaknya itu sebelumnya pernah menjalani operasi pengangkat tumor di RSUD Tenriawaru Bone.

" Pernah dioperasi waktu akhir 2019 lalu dan sempat sembuh. Sebelumnya, keluarga mengira sakit kuning tapi ternyata hasil diagnosa dokter ada tumor diperut Meri," kata dia kepada RRI.CO.ID, Sabtu (25/9/21).

Pasca operasi, satu bulan kemudian, gadis remaja ini kembali merasakan rasa sakit. Seiring waktu berjalan, sakit tersebut menimbulkan pembengkakan di perutnya dan pihak keluarga berinisiatif membawa kembali Meri ke rumah sakit.

" Hasil pemeriksaan Dokter katanya bagian lever lagi yang bermasalah. Keluarga sempat bingung, karena itu diputuskan untuk bawa pulang apalagi situasi adanya korona," terangnya.

Setelah itu, kondisi Meri terus memburuk, baik rasa sesak yang dirasakan maupun sakit dibagian perut yang terus membengkak, dan juga bagian tangan dan lengannya tampak terlihat jelas tulangnya akibat kurus.

Keinginan Meri Puspita untuk sembuh dari sakit yang dideritanya tersebut, tentu sangat membutuhkan dukungan uluran tangan dari sosok dermawan.

Apalagi, Saodah ibu dari Meri Puspita harus berjuang merawat buah hatinya seorang diri dikarenakan sang suami telah lama meninggal dunia. (FJ)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00