Peredaran BBM Premium di Bone Akan Dihilangkan

KBRN, Bone : Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di wilayah Kabupaten Bone, direncanakan akan dihapus atau dihilangkan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Kepala Dinas Perindustrian Bone, Khalil Syibab mengatakan penghapusan BBM Premiun ini sudah dilakukan secara bertahap di beberapa daerah di Indonesia diantaranya di Kota Makassar, namun untuk penghapusan secara serentak akan dilakukan akhir bulan ini.

“ Itu memang program nasional yang sudah direncanakan sejak tiga tahun lalu, mungkin bulan ini premium akan dihilangkan dan digantikan dengan Pertalite,” kata Kadis Peridustrian saat ditemui disela kegiatan, Selasa (21/9/21).

Dia menuturkan, harga BBM jenis Pertalite ini nantinya akan disubsidi oleh Pemerintah Pusat sehingga harga BBM tersebut tidak jauh berbeda dengan harga BBM Premiun.

“ Harga Pertalite nantinya akan disubsidi sebesar Rp1000 oleh pemerintah, jadi harganya hampir sama dengan harga Premiun,” sebutnya.

Khalil mengungkapkan, alasan peralihan penggunaan BBM Premiun ke Pertalite ini dikarenakan kualitas yang dihasilkan Premiun kurang baik bagi lingkungan dan mesin kendaraan.

Lanjut kata dia, beberapa negara lainnya, hanya tiga negara yang masih menggunakan Premiun salah satunya Indonesia.

Sementara itu, Kaswadi salah satu pengguna kendaraan roda dua berharap rencana pemerintah menghapuskan peredaran Premiun di tengah masyarakat agar dibatalkan.

“ Kalau Premiun ini dihapus, maka dikhawatirkan akan timbul dampak dari kebijakan itu seperti, masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih untuk pembelian BBM Pertalite, dan juga harga beras akan naik karena petani selama ini menggunakan bensin untuk mesin pompanya,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Allink selaku pengguna kendaraan roda empat. Menurutnya, penggunaan Premiun dinilai hemat dibandingkan Pertalite. Selain itu, harganya juga sangat jauh berbeda dan agak memberatkan.

“ Kalau saya harusnya Premiun jangan dihapus, karena harganya Pertalite mahal. Bensin kalau dipakai biasa lama habis, sedangkan Pertalite cepat habis,” ungkap Allink.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00