Dirikan Posko Penyekatan, Warga: WNI Disekat Sementara WNA Bebas Keluar Masuk

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto.

KBRN, Makassar : Sebanyak 3000 alat tes antingen disiapkan Pemerintah Kota Makassar untuk disebar ke 6 titik posko penyekatan perbatasan Makassar Gowa.

Hal itu dilakukan untuk mematikan masyarakat yang melintas tidak terpapar Covid-19. Rencana tersebut merupakan hasil diskusi antara Wali Kota Makassar dan Bupati Kabupaten Gowa, belum lama ini.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan pihaknya akan menurunkan tim detektor serta TNI Polri untuk berjaga di posko perbatasan.

"Kami support 3.000 antigen di perbatasan kita, kalo tidak salah itu ada enam pintu (perbatasan). Jadi kita akan drop semua," kata Danny.

Kendati dari sisi Sumber Daya Manusia dan alat tes telah siap, namun untuk pelaksanaan di lapangan, Danny mengaku masih akan melakukan diskusi dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda).

"Teknisnya, saya sudah serahkan ke TNI-Polri. Mengenai penegakan, ketegasan prokes, saya serahkan ke TNI-Polri biar mereka duluan. Untuk Swab langsung saya tidak tahu, tapi permintaan seperti itu kami sudah siapkan. Menyiapkan orang menyiapkan antigen," ucapnya.

Sementara, Warga Makassar, Nur menilai kebijakan itu justru mempersulit aktivitas masyarakat yang bekerja di Makassar namun berdomisili di Gowa, begitupun sebaliknya.

"Bagaimana dengan yang kerja di Makassar tapi tinggal di Gowa? Ini justru mempersulit lagi," ungkap Nur.

Ia menyarankan agar aturan itu dipikirkan kembali. "Kita ini sebagai orang yang tinggal di negara sendiri dikasih sekat-sekat sementara WNA bebas keluar masuk," keluhnya.

Meskipun pemerintah terus berupaya menekan virus Covid-19, Nur berharap pergerakan mobilitas masyarakat untuk tetap bekerja demi menghidupi keluarga tidak dibatasi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00