Setelah Ditetapkan 13 Tersangka RS Batua, Danny: Biarkan Proses Hukum Berjalan

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. (Qiswa/RRI Makassar).

KBRN, Makassar : Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengaku terbuka dan menghargai proses hukum terkait penetapan 13 tersangka pada kasus Rumah Sakit Batua yang melibatkan Dinas Kesehatan Kota Makassar.

"Saya kira kita harus menghargai proses hukum, kita hargai aparat hukum. Pemkot Makassar masih banyak yang harus diselesaikan, banyak PR-nya, jadi biarkan proses hukum jalan dulu" kata Danny, belum lama ini.

Dikatakan, saat ini, pemerintah kota memiliki banyak pekerjaan yang  harus dirampungkan. Mulai dari soal bansos, penggelapan pajak, dan CCTV yang bermasalah.

"Saya kira kita terbuka saja, jadi kalau misalnya RS Batua prosesnya selesai ke pengadilan maka kita evaluasi, itu Batua bisa digunakan atau tidak," ungkapnya.

Di sisi lain, dalam kondisi pandemi saat ini, Danny menuturkan pihaknya  sangat membutuhkan ketersediaan rumah sakit.

"Di saat-saat seperti ini kita butuh sekali rumah sakit, termasuk itu Rumah Sakit Ujung Pandang Baru, yang belum difungsikan, tidak dilanjutkan anggarannya, padahal sudah bagus itu" ungkapnya.

Setelah proses hukum rampung, Danny menyebut akan menyampaikan ke pihak kepolisian terkait kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Batua.

"Sayang ini kalau fasilitas ini tidak selesai. Seandainya dilanjutkan ini sama Ikbal (Pj Wali Kota sebelumnya), di situasi seperti ini kita butuh-butuhnya rumah sakit," bebernya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe C Batua, Jalan Abdullah Dg Sirua Makassar.

Adapun ke 13 orang yang ditetapkan tersangka ini masing-masing, berinisial AM, SR, MA, SM, HS, MW, AS, MK, HIHS, AEH, DR, AFR dan RF. Mereka ini terdiri dari Dinas Kesehatan Makassar, Pelaksana, Pokja dan Konsultan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00