Lantamal VI Nilai Deklarasi Wajib Vaksin di Pelabuhan Makassar Lambat

Deklarasi pelabuhan Makassar wajib vaksin. (Qiswa/RRI)

KBRN, Makassar : Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama TNI, Benny Sukandari menyebut deklarasi area pelabuhan utama Makassar wajib vaksin dinilai lambat.

Menurutnya syarat wajib vaksin seharusnya mulai diberlakukan sejak Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntuk vaksin.

"Pelabuhan Makassar ini adalah pintu ekonomi di Kawasan Timur. 60 sampai 70 persen perekonomian cukup tinggi di Makassar. Ironis rasanya kalau Makassar ini tidak melakukan vaksinasi," kata Benny

Benny menyebut vaksinasi dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program pemerintah membentuk kekebalan tubuh.

Sementara itu, Kepala Otoritas Pelabuhan, Bambang Gunawan menjelaskan deklarasi baru dilakukan lantaran telah dijalin kesepakatan antara semua instansi di lingkup Pelabuhan Makassar, sehingga ide deklarasi wajib vaksin baru diterapkan.

"Jadi kita ingat terobosan ini bahwa alangkah baiknya kita deklarasikan dan siapkan vaksin serta mewajibkan vaksin yang masuk ke pelabuhan untuk kesehatan. Jadi ini hasil kesepakatan bersama dan pemikiran bersama," jelas Bambang.

Sebelum deklarasi, Bambang menuturkan masih banyak pegawai yang belum vaksin, namun pihaknya sudah mengingatkan semua instansi lingkup Pelabuhan Makassar untuk wajib vaksin.

"Kita masih banyak vaksin, tapi kita sudah sosialisasi dan hampir 20 ribuan yang sudah divaksin," bebernya.

"Ini pelabuhan pertama yang wajib vaksin, begitupun dengan Anak Buah Kapal (ABK) wajib vaksin," tegasnya.

Di sisi lain, Bambang menuturkan bagi yang menolak divaksin, pihaknya akan memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya vaksinasi, serta menyediakan vaksin gratis sekitar 3.000 dosis untuk vaksinasi tahap pertama.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00