Sebagian Besar Akibat Korsleting Listrik, Pemkot Makassar Minta Tanggungjawab PLN

KBRN, Makassar : Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menilai, peristiwa kebakaran yang terjadi di Kota Makassar sebagian besar diakibatkan hubungan arus pendek listrik.

Menurutnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam hal ini harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

"99 persen kebakaran di Makassar akibat arus listrik, mana tanggungjawabnya PLN?, " kata Danny, Senin (14/06/2021).

Danny mengaku, sering kali komplain lantaran pengawasan pihak PLN masih minim. "Pengawasan harus diperketat. Tidak mungkin kan kita harus urusi listrik itu, saya berharap PLN membantu pemerintah kota," ungkapnya.

Danny menambahkan, potensi kebakaran sangat mudah terjadi karena saat ini banyak kabel listrik yang usianya sudah puluhan tahun, namun masih digunakan oleh masyarakat termasuk di Kantor Balai Kota Makassar.

"Memang secara teknis banyak kualifikasi kabel yang salah. Orang pakai kabel yang gampang terbakar, coba kita lihat kabel-kabel sekarang," jelas Danny.

Untuk itu Pemerintah Kota Makassar berencana mengganti kabel-kabel listrik di Kantor Balai Kota  yang sudah tidak layak pakai dan segera melakukan pertemuan dengan pihak PLN Makassar.

"Standarisasi elektrikal ini perlu, saya sudah bisa sama GM PLN, nanti kita agendakan," tutup Danny.

Sebelumnya, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2021 telah terjadi 60 kasus kebakaran di Kota Makassar dengan rincian pada Januari 2021 sebanyak 11 kasus, Februari sebanyak 10 kasus, Maret sebanyak 12 kasus, April sebanyak 14 kasus, Mei sebanyak 8 kasus dan Juni 5 kasus.

Kasus kebakaran akibat korsleting listrik sebanyak 39 kasus. Setelah itu, disusul kompor meledak dan tabung gas yang bocor.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00