3 Siswa SD Inpres Lae-lae Putus Sekolah Akibat Sistem Belajar Daring

Siswa SD lae lae

KBRN, Makassar : Sejumlah orang tua murid di SD inpress lae lae mengeluhkan sistem pembelajaran daring yang selama ini diberlakukan. Pasalnya mereka terkendala dengan fasilitas pendukung seperti HP android dan jaringan internet yang tidak memadai. Ditambah lagi beban tugas yang diberikan para guru semakin membuat kewalahan para orang tua murid. Alhasil 3 murid SD Inpres Lae-lae terpaksa putus sekolah karena dinyatakan ketinggalan kelas.

Kepsek SD Inpres Lae-lae (kiri) Bersama orang tua murid di Pulau Lae-lae yang datang mengadukan nasib anak mereka 

Baca Juga :  Pembelajaran Tatap Muka di Sinjai Dimulai Juli

Baca Juga :  Kapolres Maros Sambangi Sekolah Laskar Pelangi di Kaki Gunung Bulusaraung

Salah satu orang tua murid Sarifuddin  mengaku pasrah anaknya Said Ramadhan yang duduk di kelas 4 SD harus tinggal kelas karena sistem belajar daring. "Anak saya itu kan belajar daring dua anak saya itu, sementara HP cuma satu. Kalau saya kerja bawa perahu, otomatis HP saya bawa, jadi mereka tidak bisa belajar," ungkap Sarifuddin Senin, (14/06/2021).

Hal serupa jga dialami Masyita, Anaknya Asmirandah juga tidak melanjutkan sekolah karena dinyatakan tertinggal di kelas 4 SD. "Anak saya itu di kasi naik kelas 5, tapi tiba-tiba dikasi turun kelas 4. Karena dia dikasi tugas sama gurunya, ada beberapa itu tugasnya harus dikerjakan dalam 10 hari. Tapi anak saya tidak mampu selesaikan," tutur Masyita.

Sambil diawasi orang tua anak - anak SD Inpres lae - lae belajar daring secara bergantian menggunakan satu HP

Terpisah kepala sekolah SD Inpres Lae lae Oddang Tadda, SPd. MPd. saat ditemui rri, mengungkapkan akan mengupayakan para siswa tersebut agar tetap mengenyam pendidikan. "Mereka yang ketinggalan kelas nanti kita carikan solusinya, kita akan duduk bersama orang tua murid dan para guru nanti. Karena pemerintah kota Makassar kan programnya itu semua anak wajib mendapatkan pendidikan yang layak. Semua harus sekolah tidak boleh tidak sekolah." papar Oddang.

Sistem belajar secara daring ditengah pandemi covid-19 memang menjadi keluhan para orang tua murid selama ini.  Rencana pemerintah membuka kembali sekolah tatap muka diharapkan dapat menjadi solusi, khususnya bagi warga di pulau lae-lae yang masih menjadi wilayah kota Makassar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00