Tahun Ini Jeruk Besar Pangkep Ditargetkan Mendapat Hak Paten

KBRN, Pangkep : Kabupaten Pangkep menjadi penghasil komoditi jeruk besar yang tersebar di beberapa kecamatan. Namun jeruk besar Pangkep selama ini belum memiliki nama bahwa jeruk besar ini berasal dan berada di Kabupaten Pangkep. Untuk itu Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Pangkep terus berupaya agar komoditi andalan Pangkep ini mendapat pengakuan.

Peneliti dari Balitbangda Pangkep Matulla Ada, mengatakan pihaknya melakukan penelitian dan mencari tahu bagaimana asal usul atau sejarah jeruk besar ini ada di Pangkep Balitbangda berupaya mengenalkan Jeruk Pangkep ke tingkat nasional bahkan jika perlu ke manca negara. Namun yang menjadi masalah jeruk besar Pangkep lebih dikenal orang sebagai jeruk Bali atau jeruk Pamelo. Agar jeruk Pangkep lebih dikenal maka pihaknya membuat indikasi geografis untuk menelusuri sejarah jeruk besar di Pangkep.

“Kalau sudah jadi dokumen indikasi geografis, kita akan daftarkan ke Menkumham, namun kita harus menyepakati dulu apa nama jeruk ini. Jika sudah disepakati maka nama dan dimana tumbuh jeruk ini di Pangkep, serta varian dari jeruk ini baik, jeruk besar Pangkep putih, jeruk besar Pangkep merah, jeruk gula-gula dan jeruk bencong, akan didaftarkan di Kemenkum HAM untuk mendapatkan hak paten,” ungkapnya, Kamis (6/5/2021).

Pihaknya sudah melakukan penelitian dengan bertemu dan mengorek data dari pihak pihak yang mengetahui dan berkecimpung di budidaya jeruk besar ini, baik para petani jeruk, asosiasi pembudidaya jeruk dan pihak pihak yang mengetahui sejarah bagaimana jeruk di Pangkep.

“Peneitian ini ada dua cara yang kami lakukan yakni menelusuri sejarah jeruk besar melalui media internet dan wawancara langsung baik dengan tokoh masyarakat budayawan, sejarahwan dan pelaku budidaya jeruk lainnya,” ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00