ASN Pemkot Makassar Terancam Tak Terima TPP Akibat Realisasi PAD Rendah

Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar Helmy Budiman.jpg

KBRN, Makassar : Aparatur Sipil Negara lingkup Pemkot Makassar, terancam batal menerima tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Hal ini dibenarkan Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar Helmy Budiman, Ia mengatakan total realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot Makassar masih cukup rendah. Hanya sebesar Rp 196 milyar, sehingga belum bisa menutupi pembayaran TPP.

"Tunjangan TPP untuk ASN di lingkup Pemerintah Kota Makassar belum bisa direalisasikan tepat waktu," ujar Helmy Budiman saat ditemui, Rabu (21/04/2021).

Dirinya menyebut Penyebabnya karena TPP bergantung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kalau kita mau bayar TPP dan membayarkan gaji 13 nya, idealnya diangka 20 sampai 25 persen," ungkap Helmy.

Helmi memprediksi TPP yang biasanya dibayarkan bersamaan dengan THR seperti tahun sebelumnya justru berpotensi tidak bisa direalisasikan.

"Dalam regulasi, TPP seharusnya dibayarkan bersamaan dengan pencairan. Tentu gaji 13-nya saja kita bayarkan nanti," jelasnya

"TPP-nya tidak kita bayarkan kalau pendapatan ini tidak ada peningkatan signifikan dalam penerimaan," tambahnya.

Helmi menyampaikan kemungkinan pegawai hanya memperoleh gaji ke 13. Sementara mengenai penyalurannya, bergantung transfer Dana Alokasi Umum (DAU).

Adapun komponen gaji ke-13 dan THR, dirinya mengaku acuannya tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019. 

"Memang Yang jadi persoalan sekarang, karena di surat edaran gaji 13 itu menyampaikan termasuk dengan tunjangan. Artinya TPP juga akan dibayarkan," katanya

Helmi juga memastikan pembayaran gaji PNS tetap seperti biasa atau tidak akan mengalami keterlambatan.

"Kalau gaji (13) tidak ada masalah. Kita sudah minta uang dari DAU, mudah-mudahan bisa ditransfer dalam waktu dekat," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00