Kampanye Kotak Kosong di Pilkada Gowa Kian Gencar

Kampanye kotak kosong di perbatasan Gowa-Makassar.

KBRN, Makassar : Beberapa hari jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kampanye kotak kosong semakin massif dilakukan sejumlah relawan. Salah seorang relawan Kotak Kosong Gowa, Mursalim mengatakan gerakan memenangkan kotak kosong digagas sejumlah elemen masyarakat di Gowa.

“Sebagian masyarakat menginnginkan adanya regenerasi  calon atau figur baru selain keluarga Yasin Limpo. M mengistilahkan "sai ia-iana mami ammarenta" (dia terus yang memerintah,” kata Mursalim, Sabtu (28/11/2020).

Ia menambahkan, sejumlah masyarakat berkumpul dalam satu komando dalam rangka pencapaian suara kotak kosong di atas 50 persen bisa dilaksanakan. 

“Fungsi kontrol check and balances oleh DPRD Gowa atas pemerintah berpotensi tidak maksimal karena 100% kursi mendukung dan tidak adanya oposisi,” tambah Mursalim.

Untuk memasifkan gerakan kotak kosong hingga ke pelosok, Mursalim mengaku memiliki jaringan hingga ke kecamatan untuk memastikan kotak kosong mendapatkan suara terbanyak pada Pilbub mendatang.

“Janji-Janji kampanye politik lima tahun lalu belum terlaksana. Kekhawatiran menguatnya politik balas jasa  dan KKN akibat aksi dukung-mendukung oleh oknum ASN pada pilkada ini dengan terungkapnya beberapa kasus dukung-mendukung ASN diBawaslu,” jelasnya.

Dikatakannya, selama 25 tahun terakhir Kabupaten Gowa hanya dijadikan sponsor karir politik keluarga, sementara itu pembangunan di Gowa sangat jauh tertinggal dibanding kabupaten yang ada di sekitarnya.

"Yang paling utama adalah sehatnya demokrasi itu ada namanya kaderisasi kepemimpinan tidak harus di satu kelompok kelaurga, ini berpotensi memunculkan politik balas jasa yang kuat oleh pendukung politik di masa lalu," jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan memasang baliho di beberapa daerah dan pusat Kota Gowa untuk mengkampanyekan Kotak Kosong pada Pilkada mendatang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00