Formulir C1 Plano Hologram Pilkada Makassar Belum Tiba

Pekerja melipat surat suara pilkada Kota Makassar 2020 di gedung Celebes Convention Center, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (24/11/2020). Sebanyak 924.771 lembar surat suara pilkada Kota Makassar memasuki tahap penyortiran dan pelipatan dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19 dan ditargetkan selesai pada Kamis (26/11/2020). ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/aww.

KBRN, Makassar : Sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) dan Logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Makassar telah diterima oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU). Demikian, yang menjadi kendala saat ini bagi KPU Makassar adalah belum tibanya formulir C1 Plano hologram.

"Yang menjadi kendala saat ini adalah formulir C1 Plano hologram yang mungkin akan terlambat. Hal ini dikarenakan terkendala teknis. Seharusnya Formulir C1 Plano hologram ini datang bersamaan dengan logistik," kata Kasubag Keuangan, Umum dan Logistik KPU Makassar, Mustar Jaya kepada Wartawan, Kamis (26/11/2020).

Mustar mengatakan, pihak penyedia mengatakan pengirimannya melalui udara tidak bisa, jadi harus melalui laut. Dia menambahkan, bahwa pihak penyedia baru akan bisa mengirim C1 Plano pada tanggal 29 November 2020 mendatang.

"Sehingga kertas untuk mencatat hasil perhitungan suara itu akan kemungkinan tiba sekitar tanggal 1 Desember," ujarnya.

Ia menambahkan, APD yang sudah diterima KPU Makassar sejauh ini diantaranya, Tisu Steril sebanyak 2.384 buah. Masker sekali pakai berjumlah 7.182 box. Nantinya masker akan dikenakan kepada warga yang tidak menggunakan masker saat ke TPS.

“Yang baru masuk itu tisu steril sebanyak 2.384 buah, dengan kebutuhan 10 buah per TPS. Itu sdh masuk tdi malam. Sementara masker sekali pakai disediakan tiga box per TPS, ini diperuntukkan bagi pemilih yang datang ke TPS yang tidak menggunakan masker. Untuk masker yang telah masuk 7.182 box,” jelasnya.

Mustar menyebut, untuk APD yang belum masuk, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan provinsi termasuk Baju Hazmat untuk para penyelenggara atau petugas TPS.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00