Larangan Kapolri Untuk Tidak Berfoto Dengan Tanda Jari V, Siap Dijalankan Polres Gowa

KBRN, Makassar : Pilkada serentak 9 Desember mendatang sisa beberapa pekan kedepan. Penyelenggara Pemilu terus melakukan sosialisasi tata pencoblosan  yang sehat di masa pandemi Covid-19 menerjang hingga imbauan kepada masyarakat agar memanfaatkan hak pilih mereka untuk ikut serta di ajang pesta demokrasi pemilihan kepala daerah yang digelar setiap sekali 5 tahun.

Imbauan kepada masyarakat untuk terlibat dalam pesta demokrasi tidak saja dilakukan penyelenggara Pemilu, pihak aparat keamanan pun melakukan hal yang sama, seperti yang dilakukan Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis, kepada personelnya yakni melarang berfoto dengan menggunakan tanda jari V atau ajakan untuk golput.

Menyikapi larangan dari Kapolri tersebut, Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan menegaskan pihaknya siap mengikuti perintah kosong satunya Polri.

"Nanti kami akan tetap memberikan edukasi dan imbauan kepada seluruh anggota baik melalui media sosial dari intern Polri yaitu kepada seluruh jajaran maupun di setiap pelaksanaan apel setiap pagi", tegas Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M.Tambunan.

"Dan besok kembali akan kita berikan imbauan kepada anggota dan akan selalu rutin agar anggota dan keluarga tidak melakukan larangan yang disampaikan Kapolri, Jenderal Pol Idham Azis", tambahnya

Menurutnya, larangan yang dikeluarkan Kapolri tersebut merupakan salah satu bukti bahwasanya Polri tidak berpihak kepada siapapun.

"Benar, netral dan tidak berpihak kepada salah satu calon kepala daerah merupakan harga mati yang harus diterapkan seluruh personel. Sejak awal, sudah saya tekankan kepada seluruh personel yang bertugas di wilayah hukum Polres Gowa, tidak ada satupun yang boleh berpihak kepada siapapun dan kita harus netral" pungkas Tambunan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00