Terkampleng Pandemi Covid-19,  Petani Tembakau : Akhirnya Kami Dapat Perhatian

KBRN, Ponorogo : Para petani tembakau dan buruh pabrik rokok di Ponorogo bisa sedikit tersenyum setelah mendapat perhatian dari Pemda setempat.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau  Indonesia (APTI) Ponorogo Tarekat  mengaku senang atas perhatian  yang diberikan oleh pemerintah berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diambilkan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Diakui Tarekat perhatian tersebut membuat para petani tembakau  terus termotivasi. Pasalnya, perhatian seperti ini selama pandemi covid-19 baru pertama kali mereka rasakan dan bahkan hampir luput dari perhatian

“Senanglah teman-teman petani tembakau dan buruh  pabrik rokok  karena  baru kali ini  pemerintah melalaui DBHCHT  memberikan bantaun kepada warga yang tengah  berjuang ditengah pandemic Covid-19, “ungkap Tarekat, Rabu (1/12/2021) kemarin.

Sementara itu Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyatakan masyarakat kecil termasuk petani tembakau adalah golongan yang paling terdampak atau terkampleng pendemi Covid-19 sehingga juga harus mendapatkan perhatian.

“Yang paling terkampleng atau tertendang karena Covid-19 ini kan orang-orang kecil yang memang harus kita bantu. Saya berharap perhatian ini mampu memberikan semangat dan memotivasi kepada masyarakat kecil yang terdampak pandemic Covid-19 untuk bangkit, termasuk petani tembakau ini,“ kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Menurut Sugiri Sancoko Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau merupakan dana yang di hasilkan dari kerja –kerja petani tembakau, buruh tani tembakau dan  buruh pabrik rokok. Sehingga manfaatnya juga harus dirasakan mereka.

“Namanya dana bagi hasil ya kita berbagilah terhadap  warga terdampak  pandemi Covid-19. Semoga ini bisa untuk membantu  memutar ekonomi dan memutar usaha pertanian mereka,“ jelas Sugiri Sancoko.

Mereka mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) selama 4 bulan dengan nilai Rp 300 ribu per bulannya. Dan tersebut berasal dari Dana Bagi  Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2021 ini yang diserahan kepada  3425 penerima. Terdiri dari 2752 petani tembaku dan 493 buruh pabrik. Diharapkan batuan tersebut mampu mensupport perekonomian petani tembakau dan memberikan motivasi untuk bangkit.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar