Bupati Sugiri : Pencegahan Stunting Investasi SDM Masa Depan

KBRN, Ponorogo : Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan bahwa dimasa pandemi ini permasalah yang dihadapi begitu komplek, diantaranya masalah kemiskinan yang berimbas kepada pendidikan dan rata-rata sekolah hingga persoalan hambatan tumbuh kembang anak atau stunting. 

Untuk itu Sugiri berharap upaya penanganan stunting yang cenderung meningkat di masa pandemi tidak hanya sekedar pencitraan atau hanya menggugurkan kewajiban, tidak hanya diatas kertas saja. 

Menurut bupati mantan jurnalis ini bahwa upaya penanganan stunting adalah investasi masa depan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di Ponorogo.

Ia menegaskan mengentaskan angka stanting tidak jauh- jauh dari mengentaskan kemiskinan dan  meningkatkan Indeks Pembangunan Manusai (IPM).

“Sehingga ini tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri harus gotong royong.  Bekerjasa bersama- sama  membentuk komitmen bersama, Ponorogo harus lepas dari sampah sampah sosial dan ini menjadi tanggungjawab  bersama," ungkap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Selasa (5/10/2021).

Lebih lanjut, Sugiri Sancoko menjelaskan dirinya tidak ingin tepuk tangan atau pepesan kosong dalam upaya pengentasan angka stunting ini. Tapi harus menjadi komitmen bersama bahwa kewajiban tersebut adalah tanggung jawab moral  bersama.

“Dimulai dengan meningkatkan IPM , kita punya program “saudaraku aku disimu “, artinya dimasa pandemi sekarang ini  problem kemiskinan,  kebodohan bukan hanya PR pemerintah tapi juga PR kita bersama termasuk orang- orang kaya Ponorogo untuk punya kelonggaran hati untuk ikut serta menjunjung saudarannya yang menderita terentaskan. Saya yakin, ketika kemiskinan selesai , kebodohan selesai maka masalah pengentasan  angka stunting juga akan selesai, “tegas Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya angka stunting atau hambatan tumbuh kembang anak di Kabupaten Ponorogo mengalami peningkatan selama masa Pandemi. Untuk itu langkah taktis dan strategis telah diupayakan stakeholder terkait guna menekan angka yg jauh lebih besar dengan upaya kolaboratif lintas sektoral.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00