FOKUS: #PILKADA 2020

Debat Perdana Pilkada Ponorogo 2020, Duel El-Classico Sugiri-Ipong

KBRN, Ponorogo : Duel Hatrick el-classico dua calon bupati Ponorogo  akhirnya tersaji dalam Debat  Publik Pertama Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo Tahun 2020,  yang digelar KPU Ponorogo, Minggu (1/11/2020) malam di Gedung Sasana Praja.

Terbagi dalam dalam 6 segmen, acara debat dimulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB dengan Tema “ Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah”.

Debat diawali dengan penyampaian visi dan misi masing-masing paslon yang kemudian dilanjutkan dengan saling tanya jawab antar paslon dan adu argumen.

Paslon nomor urut satu Sugiri Sancoko-Lisdyarita usai acara debat menyatakan bahwa apa yang ia sampaikan dalam debat merupakan hasil serap aspirasi masyarakat dengan nama Nawa Dharma Nyata. Terkait persiapan debat ia mengaku tak ada persiapan khusus. Selain mengaku bukan ahli debat Sugiri menyatakan hanya persiapan membaca buku, istirahat cukup dan makan makanan bergizi

“Tugas kami adalah memaparkan pikiran kami dari serap aspirasi di masyarakat Ponorogo. Kami paparkan semampu kami termasuk melalui kawan-kawan media, sehingg nyambung antara kami masyarakat dan media, ” kata Sugiri.

Adapun paslon nomor urut dua Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono mengaku bahwa  tema debat yang dipilih KPU telah sesuai dengan visi-misi yang mereka usung. Meski diakui acara debat secara umum berjalan lancar namun Paslon nomor urut 2 Ipong muchlissoni sempat mengeluhkan memberikan masukan kepapda KPU terkait hal-hal yang menyangkut tekhnis yang menjadi kendala selama debat berlangsung

“Saya apresiasi tema debatnya seirama dengan visi-misi saya. Tapi dalam pelaksanaannya ada kendal-kendala tekhnis terutama saat saya berbicara microphonnya tidak maskimal. Tapi tidak apa-apa terkait penyampaian materi visi-misi saya tetap tersampikan,” kata Ipong.

Sementara itu ketua KPU Ponorogo Munajat mengaku bersyukur bahwa secara umum acara debat pertama berjalan lancar, tertib dan aman. Terkait kendala tekhnis semisal microphone yang menjadi keluhan salah satu paslon Munajat mengaku langsung melakukan kordinasi dengan timnya dan sebagai catatan untuk gelaran debat selanjutnya.

“Alhamdulillah kabupaten Ponorogo telah melaksanakan debat, sesuai harapan kami agar tujuan debat dapat tersampaikan kepada masyarakat. Soal kendala tekhnis langsung kami komunikasikan saat itu juga kepada operator dan menjadi evaluasi kita selanjutnya,” kata Munajat.

Munajat menegaskan KPU sebagai penyelenggara  berharap dengan acara debat sedikit banyak dapat memberikan gambaran kepada masyarakat terhadap sosok dan kualitas masing-masing paslon sebagaiaman tujuan debat itu sendiri dilakukan. Ia juga berharap masyarakat Ponorogo bisa menentukan dengan cerdas dan baik, serta menyalurkan aspirasi melalui TPS  sesuia dengan pilihannya saat hari pemungutan suara 9 Desember 2020 nanti .

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00