Kisah Guru di Kota Madiun Inisiatif Home Visit Siswa SLB

KBRN, Madiun: Pandemi covid-19 tidak menyurutkan semangat guru untuk memberikan pembelajaran bagi generasi bangsa. Seperti yang dilakukan Purwanto Tri Wahyono, guru SLB B-C Dharma Wanita Kota Madiun. Berbagai cara dilakukan untuk tetap memberikan pendidikan kepada murid-murid istimewanya. Salah satunya home visit atau mengunjungi rumah siswa.

Kegiatan itu sudah dilakukan sejak Juli lalu. Ia menilai, anak didiknya tidak sama seperti siswa pada umumnya. Terlebih, tiga siswa yang ia tangani yakni satu siswa kelas 7 SMP atas nama Deva Valinda Herviona dan dua siswa kelas 8 SMP, atas nama Wahyu Agung dan Dwi Mandala. Semuanya memiliki kebutuhan khusus low vision.

Namun saat mengejar di rumah siswa, ia membagi waktu khusus di hari Senin dan Rabu. Senin di rumah Deva jalan Durian Kelurahan Kejuron, sedangkan Rabu di Bantaran, karena orang tua siswanya ada yang berjualan di seputar Bantaran.

“Jadi saya sebelum mengadakan luring, saya harus komunikasi dulu dengan orang tua mereka. Apa yang harus saya ajarkan, saya daring atau luring. Mayoritas mereka mintanya luring saja. Karena kadang orang tua mereka tidak mampu mengajari, kadang juga Hpnya hanya satu. Kemarin saja saat daring banyak yang tidak setor tugas, akhirnya saya komunikasi, saya datangi satu-satu,” ucapnya, Senin (19/10/2020).

Purwanto mengaku, apa yang ia lakukan atas inisiatifnya sendiri. Tentu, ada persetujuan dari kepala sekolah dan orang tua siswa. Ia ingin, meski anak didiknya memiliki keterbatasan mental, pembelajaran yang mereka dapat justru tidak terbatas. Sebab, mereka memiliki hak yang sama untuk mendapat pembelajaran seperti siswa lain pada umumnya.

“Ya mudah-mudahan orang tua siswa ini bisa mengerti dengan kondisi yang ada saat ini, memahami  cara mengajarnya guru, karena home visit ini kan nggak sama seperti pembelajaran tatap muka. Jamnya pun terbatas. Alhamdulillah tidak ada tuntutan dari orang tua, dia juga tidak merasa terbuang,” terangnya.

Kesempatan yang sama, Deva Valinda mengaku senang dengan kegiatan home visit guru. Dengan begitu ia lebih mudah memahami materi pelajaran yang diberikan.

“Ya senang bisa dikunjungi guru, jadi bisa belajar bersama. Kadang saya belajar sendiri, kadang sama ibu,” kata dia.

Windarti, nenek Deva juga merasakan hal yang sama. Ia merasa terbantu dengan kegiatan guru berkunjung ke rumah. Apalagi, tidak sedikit materi pelajaran yang membutuhkan penjelasan guru.

“Saya sangat senang sekali cucu saya bisa belajar dengan baik, dengan adanya guru datang ke rumah. Jadi tidak ketinggalan pelajaran. Lalu juga ada bimbingan khusus, ada pengontrolan juga dari guru. Saya sangat berterima kasih kepada guru. Selama belajar dirumah ya sebisa saya untuk mengajari. Kalau ada kekurangan ya wajar,” paparnya.

Meski datang dari rumah ke rumah, protokol kesehatan pencegahan covid-19 tetap diterapkan. Yakni menggunkan masker, menjaga jarak dan membawa hand sanitizer. Semua itu dilakukan agar materi pembelajaran tersampaikan kepada siswa, untuk mencerdaskan anak bangsa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00