FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Pemerintah Dorong Kampus Segera Lakukan PTM Terbatas

KBRN, Madiun : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) terus  mendorong pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, tak terkecuali bagi perguruan tinggi, meskipun butuh persiapan matang dalam pelaksanaannya.

Pelaksanaan PTM terbatas di perguruan tinggi, tergantung pada komitmen civitas akademika Kampus. Baik  mahasiswa maupun dosen dan tenaga kependidikan untuk saling menjaga dan melindungi lewat penerapan protokol kesehatan.

Ketua Satgas Covid-19 kampus Politeknik Negeri Madiun (PNM) yang sekaligus Staf Pengajar, Prasetyo Yekti Utomo mengatakan pembelajaran secara daring terlebih bagi kampus berbasis Vokasi atau penguasaan keahlian terapan seperti PNM memerlukan upaya lebih dalam penyampaian materi. Karena 70 persen kurikulum memerlukan praktikum

“Substitusi untuk mengganti praktikum selama ini ada beberapa mata kuliah secara audio visual, meski memerlukan upaya lebih, karena 70 persen pembelajaran kami praktikum,” kata Prasetyo, Selasa (31/8/2021) dalam kesempatan dialog lintas Madiun pagi di Programa 1 RRI Madiun.

Lebih lanjut Prasetyo menyebut pihak perguruan tinggi sejatinya tinggi telah jauh-jauh hari menyiapkan SOP dan protokol terkait mekanisme pmbelajaran tatap muka (PTM) di kampus. Namun hingga saat ini belum dapat dilaksanakan.

“Kebetulan saya ditunjuk sebegai ketua Satgas Covid-19 di kampus PNM. Kami bertugas memastikan penerapan tatanan normal baru dengan tujuan menerapkan SOP terkait perkuliahan luring. Namun hingga saat ini belum dapat terlaksana,” ulasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama,  pihak Universitas Katolik Widya Mandala Suruabaya kampus Madiun juga mengakui kendala pembelajaran daring dan berencana secara bertahap akan melakukan pembelajaran luring atau off line akhir tahun 2021 ini.

“Kami sebenarnya sudah bersiap-siap rencana November dengan pembatasan maksimal 50 persen, tapi kenyataannya hingga saat ini masih harus daring,” sebagaimana dikatan Wakil Rektor IV UKWMS kampus Madiun Dra. Endang Purwaningsih.

Endang menyatakan upaya perkuliahan dengan sistem daring sejatinya telah jauh diimplementasikan sebelum masa pandemi, melalui LMS Bella yang dilakukan oleh Unika Widya Mandala Surabaya secara terintegrasi dengan seluruh cabang jaringan kampus. Namun diakuinya kendala tetap dihadapi, terutama untuk sejumlah program studi vokasi, meski upaya dan terobosan tetap dilakukan

“Untuk praktikum yang menjadi kendala terutama yang vokasi seperti program D3 Farmasi dan Biologi dan kami terus berupaya agar materi praktikum itu tetap tersampaikan meskipun masih dalam metode pembelajaran Online atau Daring,” imbuhnya.

Meski mahasiswa  dianggap memiliki kemampuan lebih dalam melaksanakan pembelajaran daring namun kenyataannya pembelajaran luring tetap menjadi yang utama. Meski bukan tidak mungkin kedepannya sistem daring tetap akan dipertahankan dan dikombinasikan dengan sistem luring.

Kemendikbud Ristek pun memastikan perkuliahan tatap muka terbatas akan berbeda situasinya dengan saat sebelum pandemi. Karena keberhasilan PTM terbatas akan sangat bergantung pada penerapan protokol kesehatan, termasuk wacana mewajibkan sertifikat vaksin bagi seluruh mahasiswa dan dosen.

Menurut Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, berhasil atau tidaknya pelaksanaan PTM terbatas di perguruan tinggi, tergantung pada komitmen adik-adik mahasiswa untuk saling menjaga dan melindungi lewat penerapan protokol kesehatan.

"Kami mendorong kampus-kampus yang berada di wilayah PPKM level satu sampai tiga untuk segera memberikan opsi pertemuan tatap muka terbatas kepada mahasiswa. Sementara untuk daerah di level empat, masih harus belajar dari jarak jauh," kata dia melansir laman Kemendikbud Ristek, Selasa (31/8/2021).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00