Akselerasi Pendidikan, Bupati Sugiri Gandeng Oxford University Inggris

KBRN, Ponorogo : Meningkatkan kualitas pendidikan ditengah pandemi Covid-19 seperti saat ini diperlukan langkah yang tidak biasa. Tidak saja dengan berjalan atau berlari namun harus terbang. 

Itulah diantara ungkapan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko usai menyerahkan buku modul pembelajaran kepada 3 kepala sekolah SMP Negeri yang memiliki kelas unggulan pada Minggu (18/07/2021) kemarin di Pringgitan, Komplek Pendopo Kabupaten Ponorogo. 

Ada 3 SMP Negeri di Ponorogo yang menjadi pilot project kelas Internasional bersama Oxford University Inggris tersebut. Yaitu SMP Negeri 1 Ponorogo, SMP Negeri 1 Jetis dan SMP Negeri 1 Badegan.

Pembagian buku modul dari Oxford University dalam bentuk bahasa Inggris diberikan sebagai tindak lanjut pembelajaran secara virtual yang sudah dilaksanakan pada Senin (12/07/2021).

Dengan menjalin kemitraan dengan sistem pendidikan dari Luar Negeri Bupati Sugiri berharap Maindset pendidikan harus dirubah secara drastis. Bupati Sugiri menegaskan Jika tidak melakukan akselerasi  atau percepatan maka derajat kualitas pendidikan ditengah pandemi akan semakin terkurangi.

"Ini cara yang kami lalukan agar maindset pendidikan bisa berubah secara drastis. Jika tidak segera melakukan akselerasi maka derajat kualitas pendidikan ditengah pandemi terkurangi. Harus terbangun sejak sekarang dan caranya kita harus terbang. Kami menggandeng Oxford untuk kelas ungggulan. Sementara kami ambil 3 SMP dulu, “ungkap Sugiri Sancoko. 

Kelas pertama unggulan pada pembelajaran pertama dilakukan secara zoom meeting dari ruang Bupati dengan pengajar dari Oxford University, Senin ( 12/07/2021).

Pada tahun 2021 ini pemilihan siswa dilakuakan belum melalui seleksi dengan jumlah kuota120 siswa. Rencannya tahun 2022 seleksi ketat  mulai dilakukan dengan penambahan kuota menjadi 200 siswa. 

Dijelaskan Bupati Sugiri, keunggulan lainnya terletak pada standar kendali mutu langsung dari Oxford University. Termasuk guru, buku pembelajaran, sistem penilaian, dan ijasahnya. Pun, dengan sistem sangat ketat yaitu sistem gugur. 

“Sekolah unggulan bertaraf internasional ini menerapkan disiplin tinggi. Terlambat langsung didiskualifikasi. Selain itu, kerjasama dengan Oxfor University ini memaksa guru merubah maindset  cara mengajar mereka. Diantarannya cara  membimbing dan mengajarnya menggunakan bahasa inggris,“ tandas Sugiri Sancoko.   

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00