Janan Ikut Mengantarkan Tim Bakset Putri Jatim Raih Emas di PON Papua

KBRN, Madiun: Perebutan medali di arena bola basket PON Papua tuntas digelar. Jawa Timur berhasil merebut medali emas basket putri. Janan Salma Najiyah asal Madiun yang yang masuk skuad basket Jawa Timur, mampu mengharumkan nama kota dan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Madiun.

Perempuan kelahiran Madiun 18 September 1999 itu mengaku tak menyangka bisa mengantrakan menyabet medali emas. Kala itu di babak penyisihan tim basket putri Jatim menang melawan tim putri Bali. Kemudian di semi final berhasil mengalahkan tim putri DKI Jakarta hingga akhirnya di final berhasil menumbangkan perwakilan tim Pulau Dewata.

“Yang pasti kan dari awal babak penyisihan hingga seminal itu kan memang terus, makanya di final itu kita harus serba hati-hati. Jangan sampai terlena dari hasil sebelumnya. Yang pasti lebih fokus lagi. Ini mungkin pencapaian yang paling baik dari sekian game yang pernah saya ikuti. Ini paling bagus. Alhamdulillah dengan usaha, hasilnya benar-benar memuaskan. Dengan pengorbanan yang saya lalui, dulu latihannya di rumah, terus meninggalkan kuliah juga hingga akhirnya hasilnya memuaskan,” katanya saat dihubungi Senin (11/10/2021).

Ia menyebut, pencapaian di posisi small forward itu merupakan yang terbaik selama dirinya mengikuti pertandingan. Putri kedua pasangan Sutrisno dan Tutik Setioawati itu ternyata sedari SD mengenyam pendidikan di Kota Madiun. Yakni di SDN 05 Madiun Lor (Endrakila). Sejak itulah dirinya menyukai olahraga bakset. Kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 4 dan SMAN 1 Kota Madiun hingga akhirnya masuk menjadi tim bakset Jawa Timur.

Janan menjelaskan, saat itu dirinya selalu diikutkan pada event kejuaraan dan hasilnya pun selalu membanggakan. Yakni pada kelompok usia (KU)15, KU 16 dan KU 18 prestasinya tidak bisa dianggap enteng. Saat ini, Janan masih mengenyam pendidikan semester 7 di UNS Solo.  Bahkan ia mengakui covid-19 memberikan hikmah yang luar biasa. Demi bertanding di PON ke XX Papua, dirinya harus menjalani ekstra latihan di Surabaya, sembari kuliah secara daring.

“Kuliah tetap jalan, alhamdulillahnya kan daring. Jadi ini hikmahnya,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum Perbasi Kota Madiun, F. Bagus Panuntun mengapresiasi perolehan medali emas yang diraih Janan dkk meski awalnya ditargetkan atlet putra dan putri masuk final. Meski begitu hasilnya sangat memuaskan. Awalnya, saat final Janan diperkirakan bertanding melawan tim DKI Jakarta, namun meleset justru bertemu kembali tim Bali. Sebagai Perbasi Kota Madiun tidak akan menutup mata, dan tetap memberikan bonus apresiasi bagi Janan. Apalagi, sejak mengenyam pendidikan di Kota Madiun, Janan telah bergabung dengan Perbasi Kota Madiun.

“Kemarin dari Jatim memang menargetkan emas untuk atlet putra putri. Justru musuh terberatnya itu atlet DKI Jakarta, malah nggak masuk final. Malah finalnya dengan Bali. Tentunya setelah dapat capain tertinggi ini, kami dati Perbasi akan memberikan apresiasi berupa reward bagi Janan. Semoga ini dibarengi dengan reward dari pemerintah kota,” terangnya.

Bagus menegaskan, setibanya di Kota Madiun, Janan akan dihadirkan untuk memberikan motivasi bagi tim kota yang saat ini mengikuti training center persiapan Porprov Jatim tahun depan. Setidaknya kehadiran Janan bisa memberikan semangat agar saat Porprov Jatim nanti, tim Kota Madiun bisa mengharumkan nama kota.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00