Pembibitan Gulat Kota Madiun Terkandala Minim Atlet

KBRN, Madiun : Rendahnya animo cabang olahraga Gulat di Kota Madiun, berdampak pada minimnya bibit-bibit atlet Gulat di Kota Madiun. Namun demikian, meski minim peminat, cabang olahraga Gulat di Kota Madiun cukup dipertimbangkan dalam kejuaraan di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Pelatih Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kota Madiun Syahriza Nur Pramudia menyampaikan ada beberapa factor yang menjadikan gulat di Kota Madiun minim peminat. Diantaranya anggapan kebanyak orang tua yang menilai gulat adalah olahraga keras. Selain itu, minimnya kejuaraan serta sedikitnya sekolah yang memasukkan ektra kurikuler gulat. Terlebih ditengah pendemi Covid-19, latihan gulat belum dilaksanakan secara efektif dan rutin sehingga eksistensi olahraga gulat berkurang.

“Jadi perkembangan gulat itu, agak silit di pembibitannya, kadang orang itu memandang gulat olahraga yang berat yang sulit. Padahal tidak seperti yang dibayangkan. Selain itu, orangtua/wali atlet berpikiran bahwa gulat itu olahraga yang keras. Padahal kalau dilatih dengan baik, anak itu sebenarnya bagu juga, artinya tidak rawan untuk cidera“kata Syahriza.

Syahriza berencana kedepan PGSI akan menggandeng Dinas terkait untuk lebih mengenalkan olahraga gulat ke sekolah-sekolah. Sebab meski minim peminat, olahraga gulat di Kota Madiun diakui memiliki potensi prestasi juara. Terbukti, pada Pekan Olahraga Provinsi Porprov 2019 di Lamongan, atlet gulat Kota Madiun dapat meraih medali emas.(mk)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00