Si Kerdil Yang Lampaui Harga Mobil

-Kalau pemula itu yang saya alami juga pasti cari yang instan pasti mendongkel cari dongkelan dengan berjalannya waktu kalau sudah tahu karakter-karakter begitu pasti kembali ke budidaya- Sutrisno (Penghobi Bonsai)

KBRN, Magetan: Dangkel/dongkel dan budidaya, istilah yang tidak asing bagi pecinta bonsai. Miniaturisasi tanaman dalam pot dangkal dengan teknik-teknik tertentu agar menyerupai pohon besar berusia tua di alam bebas.

Membuat bonsai menurut salah satu pengurus Komunitas Bonsai Magetan (KBM), Sutrisno tidak serumit kelihatannya. Modal utama yang diperlukan hanya kesabaraan dan ketelatenan. Diawali dengan rasa cinta terhadap keindahan, seorang pemula bahkan akan mahir membentuk bonsai di tahun pertama. Bagi pemula, Sutrisno menyarankan menggunakan bibit dangkelan.

“Kunci pokok harus suka menanam misalnya bunga setelah itu dengan sendirinya kalau benar-benar senang bonsai pasti ke bonsai juga. Kalau pemula lebih baik beli dongkelan saja biar cepet bias, segera tahu karakter pohon ini harus diperlakukan seperti apa. kalau beli jadi tidak mungkin bisa membonsai. Dan belajar bonsai itu tergantung yang belajar kalau mau belajar benar-benar tidak lama kok setengah tahun sudah bias, cuma bahannya harus benar-benar prospect. Juga tidak plin-plan dalam sketsa dengan hasil akhir harus sama, jangan gonta-ganti sketsa,” tegas pria yang bergabung di KBM sejak 3 tahun terakhir.

Biasanya pemula akan lebih mudah jika membentuk bonsai batang tegak lurus. Ketika semakin mahir, membentuk bentuk lain seperti tegak lurus tidak teratur, tersapu angin, anak air terjun, dan semi air terjun akan semakin mudah dilakukan.  Bahkan bentuk variasi bonsai lainnya juga tidak mustahil diciptakan.

Pemilihan dan pemindahan tanaman, pemilihan bentuk bonsai serta tanah adalah bagian penting dalam memulai pembentukan bonsai. Dilanjutkan dengan perawatan, pengairan, pemupukan dan vitamin, pemangkasan dan pengawatan ranting serta dahan, pengaturan cahaya dan pengendalian hama dan penyakit.

Penghobi bonsai sejak belasan tahun ini menegaskan baik pembibitan dangkelan maupun budidaya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Perbedaan keduanya hanya terletak pada dari mana sumber bibit bonsai didapatkan. Dalam teknik dangkel, bibit didapatkan dari alam misalnya hutan maupun persawahan kemudian dipindahkan ke pot dangkal untuk dirawat dan dibentuk. Namun dalam teknik budidaya, bibit bonsai didapat dari proses penanaman awal di tanah kemudian dicangkok dan dipindah ke pot dangkal. Perbedaan lain terletak pada fleksibilitas pembentukan, bibit budidaya cenderung lebih mudah dibentuk.

“Sebenarnya antara budidaya dan dongkel itu sama saja. Budidaya itu kadang terkendala lahan, harus luas lahannya. Lalu budidaya itu nunggunya lama, kalau dongkelan itu langsung bisa diletakkan di pot karena dongkel kan sudah besar. Kalau budidaya paling tidak cangkokan seperti ini membutuhkan pembesaran yang sangat lama yang diambil ukuran small 3-4 tahun, kalau dipanen besar bisa 10-15 tahun,” paparnya sambil menunjukkan koleksi bonsainya.

Sutrisno melanjutkan,”tidak ada yang dibilang bagus atau jelek dalam bonsai, sama saja tergantung perawatan dan prospek tidaknya. Kalau dongkel dari persawahan perkebunan seperti serut, wahung dan lampis. Biasanya hasil dongkelan 5-6 tahun baru kelihatan dan agak sulit dibentuk karena adanya sudah seperti itu. Kalau budidaya misalnya jenis ficus itu bisa diprogram dari akar, badan, tanganan bisa semua dan bahan budidaya itu pasti hasilnya bagus.”

Memang tidak singkat untuk menjadikan sebuah bonsai dapat bernilai seni tinggi. Namun jika berhasil, seni pemangkasan pohon yang berasal dari Jepang ini, dapat memberikan nilai ekonomi yang besar. Sutrisno mencontohkan, bonsainya yang baru berusia 3 tahun setinggi 15 cm dapat bernilai 3-6 juta rupiah. Semakin kuat karakter, bentuk dan kematangan pohon akan semakin tinggi pula nilai seni dan nilai jualnya. Tidak heran jika terdapat bonsai yang mencapai 18 M.

“Kalau cuma seperti ini paling 3-6 juta itu yang termahal, semua tergantung dari karakter pohon, karakter bentuk bentuk pohon dan kematangan. Contohnya seperti ini wahong disambung sancang wacang diambil batangnya saja ini sudah kelihatan karakter tuanya, sudah kaya pohon beratus-ratus. Kelebihan wahong itu kalau sudah tua itu seperti ada fosilnya. Di Magetan paling mahal saat ini kimeng, bisa ratusan juta,” pungkasnya.

Dirawat dengan hati untuk menarik hati. Itulah bonsai, si kerdil yang harganya melampaui mobil.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00