Lebih dari 50 Tahun Setia Mendengarkan RRI, Siapa Dia ?

KBRN, Ngawi : Radio Republik Indonesia (RRI) menjadi radio pertama yang menyiarkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Meski zaman dan teknologi terus berkembang, eksistensi radio telah memiliki tempat di hati pendengar, diantaranya Si Mbah Kyai Komarudin 85 tahun warga Jatiarum Dusun Nanggalan Desa Babadan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi. Lebih dari 50 tahun sejak 1968, Si Mbah Kyai Komarudin setia mendengarkan siaran RRI.

Dengan bahasa Jawa terbata-bata, Si Mbah Kyai Komarudin menuturkan sejak pertama kali memiliki radio, sekitar tahun 1968 langsung tertuju kepada siaran RRI, antaralain RRI Madiun.  Bahkan diawal-diawal memiliki radio, kemanapun membawa radio untuk mendengarkan siaran dan mendapat informasi.

“Ngrungokne siaran kuwi mulai RRI radio kuwi mulai aku nduwe radio suwi pirang-pirang tahun, awal nduwe radio kuwi kiro-kiro tahun 68 (Mendengarkan siaran itu mulai RRI radio mulai saya punya radio lama beberapa tahun lalu, awal punya radio mungkin sekitar 1968-red)“kata Kyai Komarudin(9/9).

Si Mbah Kyai Komarudin-Kakek Buyut yang memiliki 10 cucu dan empat buyut ini mengaku percaya dengan ketepatan waktu RRI, khususnya saat mengumandangkan adzan. Sambil mengingat, Si Mbah Kyai Komarudin mengaku pernah juga tiga kali mengingatkan RRI ketika memutar kumandang adzan selisih beberapa menit.

“Wes ping telu aku ngelekne RRI sebabe ki jam ogak cocok, sing telpon mas Anas kono, mas jame RRI ki mboten cocok kaleh jangka wektune(Sudah tiga kali saya mengingatkan RRI, yang saya minta tolong telpon mas Anas, mas jamnya RRI ini tidak sesuai waktunya-red)“kata Kyai Komarudin sambil mencoba mengingat.

Di kamar pribadi yang sederhana ukuran sekitar 1,5 x 2,5 meter, Si Mbah Kyai Komarudin menikmati hari-hari dengan mendengarkan siaran RRI. Beliau mengingat, sudah enam kali berganti radio. Bila terpaksa membeli radio baru, beliau selalu berpesan agar dibelikan radio yang dapat menangkap siaran RRI. Beberapa siaran RRI yang cukup dihapalnya antaralain waktu sholat, wayang, siaran bahasa Jawa dan informasi berita.

“Sing diremeni siarane ki sing mesti wektu sholat, liyane ki warno-warno, wayang yo ngrungokno, siaran bahasa Jowo, siaran jam songo yo nganggo, nang ga iso nompo kejobo boho jowo kuwi, siaran alas kobong yo ngrungokne, siaran pak Widodo barang kuwi ngrungokne, pas jam-jam tuju, pas jam-jam 12( Yang disukai siaranya yang pasti waktu sholat (kumandang adzan), yang lain-laing wayang juga mendengarkan, siarah bahasa Jawa, siaran jam sembilan juga mendengarkan tapi yang saya paham siaran bahasa Jawa. Siaran kebakaran hutan, siaran pak Joko Widodo juga mendengarkan, saat jam tujuh, kadang saat jam 12-red)”cerita Kyai Komarudin.

Di usia yang tidak lagi muda, Si Mbah Kyai Komarudin tetap dikaruniai kesehatan, serta tetap istiqomah menjaga waktu dengan RRI. Di HUT ke 76 RRI, Si Mbah Kyai Komarudin berharap RRI tetap konsisten menjaga ketepatan waktu memutar kumandang adzan. (Mk)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar