Gara-gara Puber Negatif, Pelajar Jadi Tersangka Begal Payudara

KBRN, Ponorogo : Polisi tidak menahan ABH, tersangka begal payudara yang beraksi di Desa Kemuning hingga Bendungan Bendo, Ponorogo, pada Senin (12/4/2021) lalu.  

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Hendy Septiadi mengatakan Tersangka dijerat pasal 281 tentang  barang siapa sengaja merusak kesopanan dimuka umum dengan ancaman penjara  2 tahun 8 bulan.  Namun karena pelaku masih kategori anak-anak masih berusia 14 tahun sehingga tidak bisa ditahan. Karena Polisi tidak menahan tersangka, sebagai gantinya akan mendapatkan jaminan dari orang tua atau warga sebagai walinya. 

"Kami tidak menahan, sebagai gantinya akan mendapatkan jaminan dari orang tua atau warga sebagai walinya," kata dia, Kamis (15/4/2021).  

Meski tidak ditahan, ABH harus mendatangi kantor polisi setiap Senin dan Kamis untuk wajib lapor ke Unit PPA Polres Ponorogo.

"Hal itu dilakukan sebagai bentuk pengawasan, selanjutnya akan dilaksanakan proses diversi untuk ABH," jelas dia.  

Hendi Septiadi menceritakan bahwa kasus ini bermula dari laporan dua korban kasus pelecehan seksual di jalan Kemuning  yaitu  RSW (18th)  dan ANR(15th) keduannya warga Sambit -Ponorogo.

Sekadar diketahui, ABH melakukan aksi begal payudara terhadap dua korban yang juga masih pelajar. Dua korban tersebut berinisial RSW (18) dan ANR (15).  

Korban saat itu mengendarai motor  melintas di jalan Baru   desa kemunig  arah tempat kawasan iwisata waduk bendo.  Kedua korban mengendarai sepeda motor secara berboncengan  kemudian tiba- tiba dari arah samping secara beriringan  tersangka tiba tiba  berusaha menyentuh payudara korban. Tidak terima dengan perbuatan tersangka, korban melaporkan kejadian tersebut ke polres Ponorogo. Aksinya itu juga terekam CCTV hingga viral di media sosial.

Meskipun tidak dilakukan penahanan, AKP. Hendi merasa prihatin. 

"Aksi pelecehan seksual tersebut di picu karena tersangka masih remaja yang dalam masa pubertas. Namun sayangnya pubertas yang negative," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00