FOKUS: #PILKADA 2020

Bangun Sinergi Jelang Pilkada, Bawaslu Kunjungi Polres Ponorogo

KBRN, Ponorogo : Rangkaian Pilkada serentak 2020 telah bergulir termasuk di kabupaten Ponorogo. Upaya membangun sinergi segenap pemangku kebijakan mulai intens dilakukan. Sebagaimana yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu, Bawaslu Ponorogo yang menyambangi Mapolres Ponorogo, Rabu (24/6/2020).

Rombongan komisioner Bawaslu datang dipimpin ketuanya Muhammad Syaifullah, dan diterima langsung Kapolres Ponorogo AKBP. Mochammad Nur Aziz.

Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis, mengapresiasi langkah komunikasi yang dilakukan Bawaslu Ponorogo. AKBP Aziz menyampaikan komitmen Polres Ponorogo  yang siap mendukung dan mengawal Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020 sehingga dapat berjalan dengan sukses, lancar dan aman.

“Profesional kerja perlu ditingkatkan, demi suksesnya Pilkada Ponorogo.  Jika dalam proses Pilkada ada temuan kasus yang tidak perlu diproses hukum selesaikan dengan baik, kecuali memang harus ke proses hukum,” kata Kapolres, Rabu (24/6/2020)

Kapolres juga menekan pentinga proses penyelesaian melalui Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang diharapkan bisa dikedepankan dalam mengawal setiap tahapan pilkada tahun 2020, serya berharap Bawaslu juga bersikap netral demi proses demokrasi yang baik.

Sementara itu Ketua BawasluPonorogo Muh. Syaifulloh, menuturkan  sinergitas antara Polres Ponorogo dan Bawaslu khususnya Gakkumdu dalam setiap Pentahapan Pemilihan tahun 2020 Kabupaten Ponorogo perlu ditingkatkan

“Kami dalam hal pencegahan pelanggaran tahapan Pilkada Kepala Daerah Kabupaten Ponorogo juga akan menggelar patroli pengawasan sampai di tingkat desa, “ ungkap Syaifulloh.

“Gakumdu sejak awal sudah berjalan 1 bulan, mengingat wabah corona sehingga terdapat kendala,  sehingga per tanggal 15 Juni 2020 pentahapan berjalan lagi, otomatis Gakumdu juga melakukan pengawasan dalam tahapan pilkada kabupaten Ponorogo,” sambungnya.

Ketua Bawaslu menjelaskan dalam pilkada tahun 2020 ajuga terdapat da penambahan TPS sebanyak  330 buah dari 1750 menjadi 2080 TPS.  Sehingga perlu ektra dalam upaya pelangawasannya termasuk keterilabatan aparat kepolisian.

“Termasuk pengamanan di kantor Bawaslu,” ucap Syaifulloh.

Syaifullo juga menekankan pentingnya netralitas Aparatur Negara termasuk kepolisian, demi kondusifitas dan proses Pilkada yang demokratis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar