Politik Dinasti Cermin Kaderisasi Partai Kurang Maksimal ?

KBRN, Ngawi : Demokrasi adalah sebuah sistem pemerintahan yang berasal dari rakyat. pembentukan pemerintahan ada keterwakilan dari rakyat melalui Pemilihan Umum (Pemilu).

Hari Demokrasi Internasional tahun 2021, Kordinator Divisi SDM dan Organisasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ngawi Imam Munasir menjelaskan secara umum demokrasi di Indonesia telah bagus, sebab pergantian pemimpin melalui pemilu. Dicontohkan pula, misal Bawaslu sebagai pengawas menjalankan tugas pengawasan sesuai regulasi.

“Sistem demokrasi sudah bagus, tetapi bagaimana cara kita, mohon maaf kalau sebagai pengawas seperti saya, itu sesuai aturan yang berlaku, sudah sesuai atau belum, kalau kita ngomong tidak sesuai rel-nya maka harus sesuai rel-nya“kata Imam(14/9).

Menurut Imam, terkait politik dinasti, hal ini menunjukkan peran atau kaderisasi partai politik belum maksimal, sehingga calon-calon yang diusung terbatas.  Disisi lain, masyarakat dewasa ini juga telah cerdas dalam menentukan pilihan.

“Istilahnya figur dalam partai yang dinasti itu, masyarakat sekarang lebih pandai dalam melihat figur yang ada didalamnya. Partai ini sebagai wadah (calon-red) untuk menjadi pemimpin di Indonesia, itu tidak serta merta dipilih secara langsung oleh masyarakat. Misal partai A figurnya kurang bagus, masyarakat sudah paham. Jadi tidak serta merta kalau ngomong dinasti langsung jadi. Ini peran partai politik untuk membina kader-kadernya yang potensi, bukan hanya dari satu keluarga tertentu“kata Imam

Menyambut Pemilu 2024 mendatang, Bawaslu menyelenggarakan kegiatan diantaranya sekolah kader pengawas partisipatif. (Mk)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar