Pemberangkatan Haji 2020 Ditunda, Paspor Perlu Diperpanjang

KBRN, Ngawi : Ditengah pendemi Covid-19, sejumlah kegiatan pelatihan Haji yang bersifat menimbulkan kerumunan dialihkan dalam bentuk kegiatan bimbingan online. Hal ini sebagai bentuk kepatahan terhadap intruksi pemerintah, dan upaya pencegahan paparan Covid-19.

Kasi Penyelenggaraan Ibadan haji dan Umroh (PHU) kementrian Agama Kemenag kabupaten Ngawi Mukibudin mengungkapkan sejak pendemi Covid-19, kegiatan umroh dibatasi, bahkan untuk keberangkatan ibadah haji ditunda. Sementara ini, persiapan ibadah haji tetap dilaksanakan, dengan tetap mengedepankan protocol kesehatan pencegahan Covid-19. Selain itu, juga persiapan kelengkapan administrasi ibadah haji, diantaranya masa berlaku paspor.

“Untuk sementara kita tetap persiapan berangkat, sambil menunggu informasi dari pemerintah Arab Saudi. Jadi semua tahapan-tahapan untuk pemberangkatan sudah semua kita laksanakan, termasuk saat ini kita juga berhubungan dengan Kanim (Kantor Imigrasi Madiun) barang kali ada calon jemaah haji yang masa berlakuknya paspor habis, untuk segera diperpanjang“kata Mukibudin.

Mukibudin menambahkan untuk kegiatan manasik secara tatap muka langsung sementara ini ditiadakan. Namun demikian Kemenag tetap memberikan materi bimbingan terkait ibadah haji, secara online melalui WA (Whatapps) group. Selain itu, Jemaah juga diperkenankan untuk mengikuti bimbingan manasik secara mandiri.  Untuk diketahui, jumlah Jemaah haji asal kabupaten Ngawi yang ditunda keberangkatan tahun 2020, yakni sebanyak 320 Calon Jemaah haji (CJH). Sedangkan tahun ini, pelunasan untuk Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) menunggu instruksi pemerintah. CJH yang ditunda pada tahun 2020, otomatis berangkat pada tahun berikutnya.(mk)

foto ilustrasi : google/net

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00