Arab Saudi Tutup, Umroh Ditunda

KBRN, Ngawi : Pemerintah Arab Saudi menutup sementara akses masuk ke wilayahnya bagi pendatang dari 20 negara, termasuk Indonesia. Hal ini dikarenakan, kasus Covid-19 meningkat signifikan di Arab Saudi. Penutupan akses masuk ke Arab Saudi juga berdampak pada penyelenggaraan Ibadan Haji dan Umroh dari Indonesia, termasuk di Kabupaten Ngawi.

Kasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh (PHU) Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Ngawi Mukibudin mengatakan pasca penutupan akses masuk ke Arab Saudi, Kemenag Kabupaten Ngawi langsung meneruskan informasi ke sejumlah penyelenggara ibadah umroh di Kabupaten Ngawi. Sehingga sejumlah jadwal umroh atau kegiatan yang menuju ke Arab Saudi agar ditunda dan dijadwal ulang.

“Kami calling dengan cabang PPIU (Panitia Penyelenggara Ibadah Umroh) di Ngawi, kan di Ngawi ada dua yakni Aliston dan Qolbu Amanah. Dua-duanya sampai saat ini tidak ada pemberangkatan, cuma direncanakan pemberangkatan Qolbu Amamah perkiraan pertengahan Maret, kalau Al Imron diperkirakan 21 Maret. Tinggal lihat kondisi, kalau sudah dibuka (Arab Saudi-red) ya diberangkatkan, kalau tidak yang ditunda lagi (pemberangkatan-red) “kata Mukibudin(5/2)

Mukibudin menambahkan pemberangkatan dan penyelenggaraan umroh selama masa pendemi Covid-19 dijalankan dengan menerapkan protocol kesehatan pencegahan Covid-19. Diantara protocol yang diterapkan yakni, sebelum keberangkatan ke Arab Saudi, Jemaah akan dilakukan karantina, kemudian baru berangkat ke Arab Saudi. Kemudian sesampai di arab Saudi juga akan dikarantina lagi sebelum melaksanakan ibadah umroh. Kegiatan ibadah umroh ataupun lainnya dilaksanakan sesingkat mungkin, untuk mencegah potensi terpapar Covid-19.

Selain berdampak pada penundaan sejumlah jadwal keberangkatan umroh, juga berdampak pada pembengkakan biaya umroh, sebab harus menjalani karantina sebelum berangkat, setiba di Arab Saudi dan setelah pulang dari Arab Saudi.(mk)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00