Empat  Berkas Kasus Balon Udara Dikirim Ke Jampidum Kejagung

KBRN, Ponorogo : Keseriusan penegak hukum dalam menertibkan penerbangan balon udara tanpa awak terus dilakukan.

Ini  setelah Subdit Penyidik Penerbangan Sipil mengirimkan 4 kasus balon udara liar tanpa awak ke Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung Republik Indonesia. 

Kasubdit Penyidik Penerbangan Sipil Kementerian Perhubungan Rudi Richardo menyampaikan mulai tahun 2021 lalu  hingga saat ini ada 4 Kasus penerbangan balon udara tanpa awak yang di proses ke jalur hukum.

Keempat  kasus tersebut tersangka dan TKP-nya berada di 3 wilayah kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Jawa Timur yaitu di Kabupaten Ponorogo dan Madiun sedangkan di Jawa Tengah  berada Kabupaten Wonosobo.

“Sejauh ini ada tiga wilayah ya, yakni di daerah Wonosobo, Ponorogo dan Madiun yang kita awasi terkait penerbangan balon udara,” kata Rudi,  Sabtu (21/5/2022).

Dari ke 4 kasus yang sekarang diproses hukum di Jampidum Kejagung itu total ada 22 tersangka. Kesemuanya merupakan kasus pada 2021.

“Saat ini kami baru mengirimkan empat berkas perkara ke Jampidum. Satu kasus di Ponorogo dengan 5 orang tersangka, dua kasus di Madiun jumlahnya 14 tersangka yang terakhir itu di Wonosobo dengan tiga tersangka. Semuanya kasus 2021,” bebernya.

Rudi Richardo menyatakan Adapun Untuk tahun 2022 ini, penyidik menerima 28 laporan dari para pilot dan sekarang  masih dalam tahap proses investigasi. Tidak menutup kemungkinan kasusnya bisa  bertambah.

“Dari ketiga wilayah itu saat ini ada 28 pelaporan dari pilot yang terbang tidak sesuai ketentuan. Karena balonnya di atas kita masih menginvestigasi itu sumbernya dari mana. Jadi kalau yang balonnya di darat dan pada saat mau diterbangkan kita temui, pasti kita tindak,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar