Polres Ponorogo Bongkar Praktek Jual Beli Pupuk Bersubsidi Ilegal

KBRN, Ponorogo :  Polres Ponorogo berhasil membongkar praktik jual beli pupuk bersubsidi illegal. Sedikitnya 11,45 ton pupuk bersubsidi berhasil diamankan yang terdiri dari jenis Ponska, urea dan Za di wilayah Sidoharjo kecamatan Pulung Kabupaten.

Dua orang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut, yakni Bagus Yudha Kristiawan (28) dan Bonadji (58) warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.

Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo, Kamis (27/1/2022) mengungkapkan bahwa dari keterangan para pelaku, pupuk bersubsidi yang diperjualbelikan di wilayah Pulung berasal dari Pamekasan, Madura,.

"Aksi pelaku ini bukan sekali dua kali saja. Tapi sudah sering. Total ada 90 ton lebih pupuk bersubsidi yang masuk dan dibawa pelaku dari Madura untuk dijual di Ponorogo khususnya wilayah Pulung."ujar Kapolres Ponorogo AKBP Catur C Wibowo, dalam konfrensi pers pada Kamis, (27/1/2022)

Dikatakan Kapolres,  pupuk ilegal tersebut dijual kembali dengan cara diecer kepada kelompok tani atau petani yang membutuhkan pupuk bersubsidi dengan harga  Rp. 140-180 ribu persak seberat 50 Kg.

"Jika ditotal dari kegiatan tersebut setidaknya pelaku sudah memasok pupuk bersubsidi di Kabupaten Ponorogo mencapai 90 ton dimulai pada bulan Desember hingga sekarang."jelasnya.

Akibat praktek jual beli pupuk ilegal ini ditengarai membuat pupuk menjadi langka. Polisi menjerat kedua tersangka dengan undang-undang darurat Nomor 7 tahun 1955, tentang Pengusutan, Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi Jo Pasal 30 ayat (3) Jo Pasal 21 ayat (2) PERMENDAG RI No :15/MDAG/PER/4/2013, tentang pengadaan dan penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk sektor Pertanian dengan ancaman denda 100 ribu dan penjara selama 2 tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar