Sindikat Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi Dibongkar Polres Nganjuk

KBRN, Nganjuk : Polres Nganjuk berhasil mengungkap sindikat penyalahgunaan pupuk bersubsidi.Sebanyak tiga orang yang diduga menyalahgunakan pupuk bersubsidi, berinisial R, HNP dan L diamankan timsus polres.

Sementara barang bukti pupuk bersubsidi yang diamankan sekitar 111,5 ton berbagai jenis.

Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang mengatakan, pengungkapan ini berawal dari banyaknya laporan masyarakat yang masuk di nomor WhatsApp 'Wayahe Lapor Kapolres'.

"Berdasarkan laporan itu akhirnya kami membentuk Timsus Polres Nganjuk,” kata AKBP Boy Jeckson, Kamis (20/1/2022).

Boy menjelaskan, 3 terduga penyalahgunaan pupuk bersubsidi itu kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Para tersangka ini melakukan penyalahgunaan dengan menjual pupuk bersubsidi kepada orang lain yang bukan merupakan anggota kelompok tani," urai Boy.

Awalnya, ungkap Boy, pada 6 Januari 2022 Timsus Polres Nganjuk mengamankan satu orang tersangka inisial R (51).Pemilik kios ini menjual pupuk subsidi jenis urea dan NPK Phonska tidak sesuai peruntukan di Kecamatan Tanjunganom.

"Dari gudang tersangka R di Lingkungan Brumbung Kelurahan/Kecamatan Tanjunganom, diamankan barang bukti sekitar 4 ton," paparnya.

Setelah dilakukan pengembangan, tim polres Nganjuk mengamankan tersangka HNP (23).

"HNP ditangkap saat mengangkut pupuk bersubsidi sebanyak 9 ton dari wilayah Kabupaten Ngawi untuk dibawa ke Kabupaten Nganjuk," kata Boy.

Boy menambahkan, pupuk yang diangkut HNP ini merupakan pesanan dari tersangka L (38) warga Kelurahan/ kecamatan Sukomoro,Kabupaten Nganjuk.

"Dari pengembangan inilah kami kemudian mengamankan lebih dari 100 ton pupuk bersubsidi jenis Urea, ZA Phonska, dan SP36,” tutur Boy.

Di saat kuota pupuk subsidi ini terbatas, sambung Boy, malah ada pihak-pihak yang melakukan penyelewengan demi mendapatkan keuntungan pribadi.

"Kasihan para petani yang mengalami kelangkaan pupuk subsidi ini, terutama pada periode bulan-bulan ini yang semestinya sudah masuk masa tanam,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar