Kasus Alsintan, Oknum di Dinas Pertanian Ponorogo Jadi Tersangka

KBRN, Ponorogo :  (MD) Mantan Kasi Alat Mesin Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengadaan fiktif alat mesin pertanian (Alsintan)  dari APBD dan APBN tahun 2017.

Hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan-BPKP kerugian negara dari praktek fiktif alsintan tersebut mencapai 3 milyar rupiah lebih. Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP. Jeifison Sitorus kepada dikantornya, Senin (15/11/2021) kemarin.

“MD masih menjadi tersangka tunggal, namun tidak menutup kemungkinan akan ada penetapan tersangka lainnya. Biarkan kami berproses,” ungkap AKP. Jeifison Sitorus.

Diketahui, tersangka MD  yang saat ini masih bertugas  menjadi staff  Bidang Penyuluhan (Bapeluh) di Dinas Pertanian Ponorogo, pada Senin (15/11/2021) memakai pakaian batik warna kuning terlihat keluar dari Sat Reskrim Polres Ponorogo.

Kemudian pukul  11. 10  WIB tersangka memasuki ruang reskrim kembali dengan membawa sebuah berkas. Selain MD, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi lainnya dari  Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo  AKP. Jeifison Sitorus menyampaiakan saat ini penyidik terus melakukan pengembangan kasus. Hasil penyidikan sementara modus yang digunakan oleh tersangka untuk meraup keuntungan adalah alat mesin pertanian  yang seharusnya di berikan kepada kelompok tani berdasarkan proposal namun tidak diserahkan kepada  kelompok  namun malah dialihkan ke pihak lain.

Sebagai barang bukti, penyidik menyita 3 unit alsintan berupa traktor besar dan uang tunai.  Polisi saat ini sedang memburu keberadaan 210 Alsintan yang di pindahtangankan dari 355 Gapoktan yang sebelumnya terdata sebagai calon penerima. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar