Ekonomi Pertanian Terbukti Survive Di Tengah Pendemi

KBRN, Ngawi : Selain fokus terhadap penanganan pendemi Covid-19, pemerintah juga berkonsentrasi dalam pemulihan dan pembangunan perekonimian.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengatakan beberapa tahun lalu infrastruktur menjadi konsentrasi pembangunan sehingga masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan. Namun ditengah pendemi ini, kesehatan menjadi konsetrasi utama sehingga tidak terjadi ledakan Covid-19, serta dapat segera lepas dari pendemi Covid-19. Selain konsentrasi penanganan Covid-19, pemerintah desa, khususnya bagi kepala desa yang baru dilantik juga harus mengedepankan pembangunan ekonomi pertanian. Sebab pertanian, terbukti mampu survive atau bertahan ketika terjadi krisis, termasuk di tengah pendemi Covid-19.

“Pembangunan yang harus tidak terhenti adalah untuk ekonomi pertanian khususnya. Karena pertanian ini terbukti paling handal (bertahan-red) ketika terjadi krisis apapun. Sedangkan sekarang ini sedang terjadi krisis apapun. Ada krisis kesehatan, krisis pendidikan, krisisi ekonomi, krisis pembangunan. Mungkin dilanjutkan ada krisis kepercayaan dan lain sebagainya.“kata Budi.

Menurut Budi Sulistyono, dalam upaya penanganan Covid-19, pemerintah desa juga dapat membentuk tempat isolasi mandiri, menggunakan rumah kosong ataupun bangunan sekolah yang tidak dimanfaatkan. Sebab diantaranya faktor kesembuhan dari Covid-19 yakni imun tubuh meningkat, dan peningkatan imun tubuh akan lebih baik ketika kondisi psikologi merasa senang atau nyaman.

Untuk diketahui, hingga 3 Februari 2021, data Dinas Kesehtaan Kabupaten Ngawi tercatat, jumlah akumulatif terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Ngawi sebanyak 1096 orang. Terinci suspek sebanyak 67 orang, probable 2 orang, sembuh 902 orang, aktif 122 orang dan meninggal 72 orang(mk)

foto/ilustrasi : google/tangkapan layar

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00