Harga Cabai Rawit Naik, Picu Inflasi Januari 2021 Kota Madiun

KBRN, Madiun: Inflasi Kota Madiun pada Januari 2021 menduduki urutan pertama dari delapan kota penghitung inflasi nasional di Jawa Timur. Angkanya sebesar 0,60 persen dengan andil inflasi 104,98 persen. Inflasi Kota Madiun tersebut diatas angka Jawa Timur 0,32 persen dan nasional 0,26 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Dwi Yuhenny mengatakan, penyumbang inflasi tertinggi di Kota Madiun pada Januari adalah naiknya harga cabai rawit. Tidak tanggung-tanggung menembus 59,78 persen dengan andil inflasi 0,26 persen. Ini disebabkan beberapa faktor, satu diantaranya musim penghujan yang berdampak pada produksi cabai rawit.

“Kenapa sampai terjadi kenaikan cabai rawit, karena harga dari produsennya sudah naik. Jadi karena faktor cuaca apalagi ini musim penghujan ya, makanya bahan makanan sayuran ini mudah busuk. Ditambah lagi Pasar Besar Madiun (PBM) yang menjadi lokasi pengambilan sampel kemarin sempat ditutup ya,” ungkapnya, Senin (1/2/2021).

Henny menyebut dari 11 kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,87 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya sebesar 0,63 persen. Kelompok penyediaan, makanan dan minuman/restorat sebesar 0,54 persen. Selanjutnya kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi sebesar 0,33 persen.

Berikutnya kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,31 persen. Kelompok kesehatan 0,13 persen. Kelompok transportasi -0,64 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya serta kelompok pendidikan tidak mengalami kenaikana alias 0 persen.

Adapun  selain cabai rawit, komoditas penyumbang inflasi pada Januari diantaranya kenaikan tarif kontrak rumah, daging ayam ras, tempe dan rokok putih. Sedangkan komoditas penekan inflasi diantaranya menurunnya tarif kereta api. Kemudian menurunnya harga telur ayam ras, bawang merah, tomat dan angkutan antar kota.

Sementara itu dari delapan kota penghitung inflasi nasional di Jatim, inflasi tertinggi terjadi di Madiun. Kemudian urutan kedua Surabaya 0,37 persen. Probolinggo 0,28 persen. Jember 0,25 persen. Banyuwangi 0,18 persen. Kediri 0,16 persen serta Sumenep dan Malang, sama, masing-masing mengalami inflasi 0,06 persen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00