Tarif Cukai Naik per Februari, Ini Tanggapan Masyarakat

KBRN, Madiun: Penjual rokok di Kota Madiun mengeluhkan kenaikan harga yang cukup signifikan. Ini setelah Pemerintah memberlakukan tarif baru terhadap cukai hasil tembakau khususnya sigaret kretek mesin (SKM) yakni sebesar 12,5 persen. Kebijakan itu mulai diberlakukan Februari 2021.

Seorang penjual rokok di Kota Madiun, Sukamto mengatakan, kenaikan tarif cukai yang berdampak pada kenaikan harga rokok membuat masyarakat terbebani.

“Masyarakat kan pasti terkena dampaknya ya apalagi kondisi pandemi seperti ini, masyarakat kesulitan cari uang. Harapan saya ya jangan dipersulit lagi lah, jangan dibebani. Kalau kondisi ekonomi normal, ya monggo. Kalau memang cukainya naik itu dampaknya memang harga rokok naik juga. Saya sebagai pedagang, harga naik ya saya naikkan,” katanya, Senin (1/2/2021).

Kenaikan tarif cukai itu juga dikeluhkan Tara Setiawan, seorang konsumen rokok warga Madiun. Menurutnya, disaat ekonomi sedang lesu karena pandemi, pemerintah justru menaikkan tarif cukai hasil tembakau yang berimbas pada kenaikan harga rokok di pasaran.

"Terkait kenaikan rokok itu ya saya keberatan, apalagi yang saya beli kan sigaret kretek mesin yang saat ini tarif cukainya naik. Ya siap-siap beralih ke rokok lintingan sendiri. Harapannya ya jangan segitu lah kenaikannya," katanya.

Sementara itu Kepala Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madiun, Iwan Hermawan mengungkapkan, kenaikan tarif cukai hanya berlaku untuk sigaret kretek mesin (SKM) rata-rata sebesar 12,5 persen. Karena itu harga bandrolnya mengalami penyesuaian sesuai dengan kenaikan tarif dari masing-masing kelompok. 

Secara keseluruhan Iwan menyebut ada 21 pabrik rokok di wilayah kerjanya yang sudah mengantongi nomor pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). Dari jumlah itu, tiga diantaranya memproduksi SKM, selebihnya SKT.

"Yang tarif cukainya naik itu untuk SKM. Kalau untuk sigaret kretek tangan (SKT), tarifnya tetap atau tidak ada kenaikan," ungkapnya.

Seperti diketahui kenaikan cukai rokok itu terbagi atas beberapa golongan. Sigaret Putih Mesin (SPM) Golongan I mengalami kenaikan 18,4% , tarif cukainya menjadi Rp935 per batang. SPM IIA naik 16,5% sehingga tarif cukainya menjadi Rp565 per batang. Kemudian SPM IIB naik 18,1% sehingga tarif cukainya menjadi Rp555 per batang. Berikutnya SKM I naik 16,9%  sehingga tarif cukainya menjadi Rp865 per batang. SKM IIA naik 13,8% sehingga tarif cukainya menjadi Rp535 per batang dan SKM IIB naik 15,4%  sehingga tarif cukainya menjadi Rp 525 per batang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00