Harga Cabai Rawit Naik, Picu Inflasi Desember di Kota Madiun

KBRN, Madiun: Inflasi Kota Madiun pada Desember 2020 sebesar 0,47 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,35. Angka tersebut diatas inflasi Jawa Timur, 0,46 persen dan nasional 0,45 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Dwi Yuhenny mengatakan, inflasi sebesar 0,47 persen pada Desember disebabkan permintaan masyarakat terhadap sejumlah komoditas cukup tinggi utamanya pada kelompok makanan dan minuman. Ini karena pada Desember ada dua momen penting, yakni Natal dan menyambut tahun baru.

Adapun sejumlah komoditas penyumbang inflasi diantaranya naiknya harga cabai rawit sebesar 50,51 persen dengan andil inflasi 0,14 persen. Kemudian telur ayam ras pada Desember mengalami kenaikan 10,53 persen dengan andil inflasi 0,09 persen. 

Selain itu juga naiknya harga tomat, minyak goreng dan tarif kereta api. Sedangkan komoditas penekan inflasi, diantaranya menurunnya harga daging ayam ras, pepaya, bawang merah, emas perhiasan dan pisang.

"Inflasi itu kalau terlalu rendah nggak bagus karena daya beli masyarakatnya turun. Tapi untuk Kota Madiun yang pada Desember lalu 0,47 persen, itu termasuk terkendali," ucapnya, Selasa (5/1/2021).

Sementara itu berdasarkan data, dari delapan penghitung inflasi nasional di Jawa Timur, tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 0,71 persen. Kemudian Surabaya 0,50 persen. Disusul Probolinggo dan Madiun sama, masing-masing 0,47 persen. Berikutnya Banyuwangi 0,43 persen. Jember 0,36 persen, Malang 0,34 persen dan Kediri 0,28 persen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00