Dukung PEN, OJK Perpanjang Relaksasi Kredit

KBRN, Madiun: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dampak pandemi covid-19. Dukungan itu khususnya diberikan di sektor perbankan.

Kepala OJK Kediri, Bambang Supriyanto dalam acara media gathering virtual Senin siang (7/12/2020) mengatakan,  kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit yang sebelumnya berakhir Maret 2021 diperpanjang hingga Maret 2022.  

Kebijakan stimulus lanjutan ini diterapkan setelah mencermati dampak pandemi Covid-19 yang cenderung menurunkan aktivitas perekonomian. Sehingga berdampak pada sektor keuangan melalui transmisi pelemahan sektor riil.

“Kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit itu tertuang dalam POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran COVID-19 yang bertujuan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan ditengah kondisi pandemi covid-19,” ungkap Bambang.

Adapun dalam POJK No. 11/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran COVID-19, hanya debitur yang memiliki plafon di bawah Rp10 Milyar yang bisa mendapatkan relaksasi penundaan cicilan kredit. Dengan adanya stimulus dari OJK serta berbagai insentif yang dilakukan pemerintah kedepan diharapkan dapat mendorong sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00