Saung Sayur Wadahi Pedagang Sayur Masuk Pasar Online

KBRN, Magetan: Berdagang sayur secara daring telah menjadi hal yang umum di masyarakat pedesaan. Di Magetan, sekumpulan anak muda melayani pembeli sayur mayur secara online melalui “Saung Sayur”.

Pemrakarsa Saung Sayur Magetan, Galih Mahendra mengungkapkan Saung Sayur ia dirikan pertama kali di Bogor Jawa Barat pada 2015, kemudian di Magetan Jawa Timur pada 2018. Awalnya ia dan rekan-rekannya menjajakan dagangan dari toko masing-masing. Kemudian saat pandemi, Saung Sayur mulai menggandeng pedagang sayur di pasar sayur Magetan serta beberapa toko kelontong.

“Awalnya memang kita pengadaan barang ambil di toko kita sendiri kemudian ada masukan dari teman-teman pasar, akhirnya kita membantu menjualkan. Contoh kasus juga Mbah saya sendiri di pasar sehari hanya 2 orang yang beli, kan kasian. Kita pemberdayaan pedagang kecil yang di dalam pasar yang dekat dengan lingkungan kita. Kebetulan kantor kami juga di pasar sayur jadi ini juga membantu perekonomian dan orang biar semangat lagi untuk jualan, enggak lesu” papar Galih.

Sistem pembelian yang ditawarkan Saung Sayur juga cukup mudah hanya dengan mengirim pesanan melalui apikasi WA. Pihak saung sayur akan membelanjakan hingga mengantar pesanan sampai ke tangan pemesan.

Galih melanjutkan,“order kita terima via WA misalnya belanja ini itu kemudian kita ambilkan di pedagang kecil. Kita kemas seperti di swalayan di wraping pokoknya cakep, habis itu baru kita antar. Kita juga sediakan kurir untuk mengantar. Barang kita sortasi dan grading dan pembeli tinggal masak camplung-cemplung gitu.”

Dalam sehari rata-rata terdapat 25 pembeli/pemesan yang melakukan transaksi di Saung Sayur.

“Ini memang segmennya menengah ke atas seperti warga di perumahan-perumahan jadi dengan harga yang kami tentukan dibanding pelayanan, rasanya sudah pas," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00