Upaya Kesadaran Semua Pihak, Menjadi Kunci Sukses Mudik Lebaran 2022

KBRN, Madiun : Hasil survei yang dilakukan lembaga survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, sekitar 73,8 persen masyarakat puas atas penanganan arus mudik dan balik Lebaran 2022 yang dilakukan pemerintah. Setelah dua tahun tidak bisa melakukan tradisi itu akibat pandemi Covid-19.

Meski begitu ada beberapa hal yang tetap menjadi catatan dan evaluasi, sebagaimana yang mengemuka dalam dialog ‘Lintas Madiun Pagi Pro 1 RRI Madiun’, Rabu (18/5/2022) dengan tajuk ‘’Catatan Masa Angkutan Mudik dan Balik Lebaran 2022’’.

Data dari Satlantas Polres Ponorogo selama operasi ketupat semeru 2022 tercatat terjadi 29 lAaka lantas terjadi di wilayah hukum Polres Ponorogo dengan korban meninggal dunia 4 orang dan luka-luka 45 orang. Jumlah ini meningkat dari periode sebelumnya, namun peningkatan ini terjadi semata-mata karena arus mudik yang tinggi.

Untuk itu Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Ayip Rizal menyebut berbagai langkah dan rekayasa dilakukan untuk memperlancar mudik dan balik 2022.

“Kita melakukan upaya pola-pola dengan mengalihkan arus yang menjadi titik-titik trouble spot . Disitu yang kita petakan dan sosialisasikan seperti pengalihan, penutupan semua itu kita lakukan tujuannya demi kelancaran. Apalagi tahun ini berbeda setelah beberapa tahun tidak bisa mudik,” kata AKP. Ayip.

Sementara itu lonjakan penumpang juga terjadi di Terminal Type A Seloaji Ponorogo pada Lebaran 2022 ini. Bahkan jumlah penumpang saat arus balik melonjak signifikan daripada saat kedatangan mudik.

“Kedatangan mulai H-7 sampai H-`1 ada 1298 armada dengan jumlah penumpang 21988 orang. Sementara keberangkatan arus balik pada 4 Mei 2022 hingga 10 Mei ada 1405 armada dengan penumpag 30 ribu lebih,” ungkap Eko.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Merdeka Madiun Sigit Sapto Nugroho memberikan catatan soal mepetnya pengumuman pemerintah terkait pelonggaran mudik. Meski begitu pihaknya mengapresiasi sejumlah terobosan dan kebijakan meski menuai pro dan kontra. Yang terpenting kata Sigit upaya kesadaran semua pihak baik pemerintah dan masyarakat menjadi kunci sukses menciptakan mudik yang aman dan sehat

“Ketika berbicara aspek kebijakan yang jelas perlu adanya penyiapan terutama mudik yang aman dan sehat. Dan hal itu semua bisa terwujud dengan kesadaran. Sebaik apapun kebijakan tanpa diikuti kesadaran masyarakatnya maka akan sulit. Soal pro dan kontra dengan kebijakan itu hal yang wajar,” terang Sigit.

Sigit menambahkan kedepannya mudik Lebaran harus menjadi hal yang membahagiakan. Hal ini sesuai spirit berlebaran itu sendiri. Apalagi mudik menjadi hal yang tak dapat dipisahkan dari budaya masyarakat yang dinilai memberikan manfaat positif.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar