Harga Minyak Goreng Diperkirakan Normal Memasuki Awal Februari

KBRN, Ngawi : Pemerintah telah menetapkan satu harga untuk komoditas minyak goreng yakni Rp. Rp.14000/liter. Kebijakan itu telah diberlakukan di minimarket maupun supermarket, namun stok minyak goreng cepat laku habis. Sedangkan di pasar tradisional, sejumlah pedagang menjual dengan harga diatas Rp 14.000/liter. Meski ada waktu satu pekan untuk menghabiskan stok minyak goreng dengan harga diatas Rp 14.000/liter, diperkirakan harga minyak goreng akan mulai normal memasuki awal Februari 2022.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menjelaskan harga minyak goreng tinggi karena harga bahan baku yang terbatas, serta karena ada aturan-aturan baru terkait hal itu. Kebutuhan pasar tinggi sedangkan suplay terbatas menyebabkan harga minyak goreng tinggi. Pemerintah tidak langsung melakukan operasi pasar karena ada sejumlah distributor maupun pedagang yang memang harga beli tinggi. sehingga mereka diberi kesempatan sekitar satu minggu agar stoknya yang dibeli dengan tinggi dapat dijual. Disisi lain, pemerintah telah menentukan kebijakan satu harga Rp 14.000/liter. Diperkirakan harga minyak goreng mulai normal memasuki awal Februari.

“Jadi memang di beberapa daerah termasuk di Ngawi, pasokan terkait minyak dan seterusnya, kita minta ke beberapa produsen termasuk Wilmar yang sudah ada di Ngawi, untuk bisa ada suport tambahan. Mereka memberikan kepastian memang dalam waktu dekat secara produksi dan seterusnya dari bahan baku sudah terkendala. Pahitnya (diperkirakan-red) mulai normal di awal Februari“kata Bupati Ony(26/1/2022)

Pemantauan Reporter RRI, sejumlah pasar modern stock minyak goreng laku cepat. Bahkan di rak-rak display minyak goreng kosong. Hal ini diduga karena masyarakat lebih memilih membeli minyak goreng di pasar modern seperti minimarket maupun supermarket yang telah menerapkan harga Rp 14.000/liter. Sedangkan di pasar-pasar tradisional harga masih diatas Rp 14.000/liter.(Mk/Sof)

Foto/ilustrasi : google/net

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar