Dugaan RDKK Fiktif, Diakui Dispertahankan Sebagai Salah Ketik

KBRN, Ponorogo :  Salah ketik menjadi jawaban atas kisruhnya Rencana Definitif Kebutuhan  Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi di beberapa desa di Ponorogo.  Diantaranya di Desa Purwosari kecamatan Babadan.

Pihak Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Kabupaten Ponorogo akhirnya mengundang Kelompok Tani Sri Rahayu yang merupakan kelompok tani penerima pupuk bersubsidi dengan Kelompok Tani Peternak Sejahtera untuk duduk bersama di kios pupuk setempat.

Diketahui, kisruh RDKK ini berawal saat Kelompok Ternak Sejahtera tiba-tiba diminta menandatangi RDKK pupuk bersubsidi padahal mereka tidak pernah mengajukan. Dari sini, diketahui petugas  secara tidak berizin mengajukan RDKK sebagai penerima pupuk bersubsidi tanpa sepengetahuan Kelompok Peternak Sejahtera.

Dalam RDKK tersebut atas namanya Kelompok Peternak Sejahtera tapi anggotannya semua dari Kelompok Tani Sri Rahayu, hal tersebut dianggap sebagai manipulasi data. Atas kisruh tersebut maka dilakukanlah petemuan bersama untuk mengklarifikasi dan menjernihkan permasalah tersebut.

“Sebagai anggota Kelompok Tani Sri Rahayu saya akui ini sebagai kesalahan. Sehingga jangan sampai terulang lagi karena jika dibiarkan akan jadi semacam manipulasi data.  Dan saya mengapresiasi langkah-langkah anak muda pengurus Kelompok Peternak Sejahtera yang mengambil sikap bijaksana dengan mengambil jalan tengah. Yaitu menandatangiani RDKK tahun 2022 ini namun dengan konsekuensi hukum berada di Kelompok Tani Sri Rahayu dan hanya berlaku 1 tahun anggaran saja,“ terang Minto, Anggota Kelompok Tani Sri Rahayu, Selasa (25/1/2022).

Sementara itu Samidi, Penyuluh Pertanian dari Dispertahankan Kabupaten Ponorogo yang hadir dalam pertemuan tersebut mengakui bahwa kejadian kisruh RDKK telah clear dengan mempertemuakan semua pihak yang terkait. Pihak yang hadir antara lain Kelompok Tani Sri Rahayu, Kelompok Peternak Sejahtera, Kepala Desa Purwosari, Kepala BPK Babadan, Perwakilan dari Dispertahankan Kabupaten Ponorogo, Kios Pupuk setempat dan perwakilan dari distributor.

“Ini merupakan kesalahan ketik  karena banyaknya inputan data . Dan itu banyak terjadi di beberapa kecamatan lain juga. Sehingga nanti akan dilakukan klarifikasi dan verivikasi lagi di masing -masing admin aplikasi di tingkat kecamatan. Untuk mencegah persolana hukum kesalahan ketik ini kita buatkan berita acara,“ terang Samidi, PPL dari Dispetahankan Kabupaten Ponorogo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar