Kompos Jerami Gantikan Pupuk Kimia

KBRN, Ngawi : Pemerintah mengambil kebijakan pengurangan jumlah pupuk kimia bersubsidi secara bertahap dari tahun ke tahun. Hal ini menjadi peluang bagi petani untuk membangun kemandirian tanpa ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi Amirudin menjelaskan pengurangan jumlah pupuk kimia bersubsidi dan kenaikan harga pupuk bersubsidi agar dijadikan peluang bagi petani untuk menjaga kemandirian petani. Sarana produksi pupuk kimia dapat beralih ke pupuk organic. Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi mencatat ada sekitar 45 Desa yang telah menerapkan pupuk organic untuk petanian.

“Data di kami sudah ada 45 desa yang sudah memanfaatkan pupuk organik. Jadi sudah ada 45 desa organic dikatakan seperti itulah. Desa-desa ini sudah menerapkan pupuk organik, dan pupuknya ini dibikin sendiri oleh mereka, termasuk agen hayatinya dibikin sendiri oleh petani“kata Amir.

Amir menambahkan untuk pembuatan pupuk organik yang paling mudah yakni dengan menggunakan jerami sisa panen. Petani cukup menambah atau mengaplikasikan decomposer untuk pelapukan jerami. Setiap satu hektar lahan diperkirakan menghasilkan sisa jerami sekitar empat ton. Dengan memanfaatkan jerami ataupun kotoran hewan yang difermentasi dapat menggurangi kebutuhan pupuk kimia. Sedangkan terkait hasil panen, diyakini sama dengan penggunaan pupuk kimia, asal penggunaan pupuk organic setara untuk menggantikan unsur hara yang hilang akibat penggunaan pupuk kimia.(Mk)

Foto/ilustrasi : google/net

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00