Prioritaskan Pertanian, Pemkab Ponorogo Mulai Bangun 25 Sumur Dalam

KBRN, Ponorogo :  Sektor pertanian menjadi prioritas utama perhatian Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan masuk dalam program prioritas 99 hari kerja.

Diantara implementasinya adalah program launching sumur dalam atauirigasi tanah dalam yang telah dimulai di desa Duri kecamatan Slahung. Nantinya akan ada sebanyak 25 titik yang tersebar di 25 kelompok tani, 21 desa dan 9 kecamatan di Ponorogo.

Bupati Sugiri mengatakan untuk memenuhi kebutuhaan sektror pertanian memang dibutuhkan sumur dalam seiring dengan perluasan lahan pertanian di Ponorogo agar kebutuhan air tercukupi.  Ia menargetkan pada setiap radius 20 hektare terdapat sumur dalam agar manajemen air berjalan dengan baik.

“Kebutuhan air di pertanian di Ponorogo kami perluas. Untuk pertanian produktif maka diperlukan sumur dalam. Itu harus kita capai semuanya di radius 20 hektar harus ada sumur dalam,” kata Sugiri, Sabtu (5/6/2021).

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Ponorogo Andi Susatyo menyebut  program sumur dalam penting dan strategis karena air masih menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan petani. Terutama pada lahan tadah hujan, pertanian kering dan wilayah yang belum beririgasi tekhnis pada saat musim kemarau. Ditambah lagi masih adanya konflik atas air yang terjadi di masyarakat.

"Sehingga program inovasi sumur dalam ini penting dan strategis karena akan menambah kecukupan kebutuhan air petani. Disamping itu, program ini akan meningkatkan produktifitas berbagai komoditas tanaman terutama padi di Ponorogo," paparnya.

Untuk diketahaui Program sumur dalam tersebut bersumber dari anggaran pusat sebanyak 5 titik. Sedangkan 20 titik berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT). Pelaksanaan pembangunan swakelola padat karya sesuai Permentan No. 2 Tahun 2021.

Sementara untuk luas lahan sawah yang akan terairi Waduk Bendo 5.227 hektar. Sisanya 15.988 hektar ini merupakan sawah tadah hujan belum beririgasi dan indeks tanamannya masih di bawah 200. Maka pembangunan sumur dalam urgen dilakukan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00