Bisnis Properti Memang Menggiurkan, Tapi Ingat Juga Resikonya

KBRN, Magetan: Salah satu jenis investasi jangka panjang yang dinilai masuk dalam kategori paling menguntungkan adalah investasi properti. Gembar-gembor tentang keuntungannya selalu terdengar menggiurkan. Menurut seorang konsultan properti, Bedid Nana Sambodo, bisnis properti yang paling dikenal masyarakat ialah properti hunian padahal terdapat banyak jenis investasi properti lainnya.

Bedid yang juga merupakan lulusan jurusan keuangan (finance) mengungkapkan meski investasi properti butuh tahunan untuk dipetik hasilnya namun tidak pernah menunjukkan penurunan.

“Properti itu gampangane omong itu tanah atau rumah, walaupun sebenarnya banyak macamnya. Tidak ada sejarahnya nilai tanah itu turun, ini sejauh yang saya tahu dan yang saya lihat,” kata pengusaha muda bidang properti yang juga pemilik PT. Pusaka Land.

Keuntungan lain saat berinvestasi properti, menurut Bedid, yakni inflasi tak begitu berpengaruh terhadap harga properti. Properti juga bisa dijadikan sumber pendapatan pasif misalkan dengan menyewakan properti yang dimiliki. Selain itu, jika sedang perlu modal usaha, status kepemilikan properti bisa dengan mudah membantu dalam memperoleh modal yang diperlukan.

Bahkan jika properti didapatkan dengan cara kredit, pemilik properti masih berpeluan mendapatkan keuntungan. Bedid mencontohkan rumah seharga 110juta dibeli dengan cara kredit selama 15 tahun dengan cicilan 800ribu per bulan. Dalam 5 tahun Bedid memperkirakan harga rumah tersebut sudah diangka 190juta maka terdapat selisih 80juta per 5 tahun atau 1,3juta per bulan. Selisih itu sudah melampaui cicilan yang harus dibayar pemilik properti.

“Peningkatannya yang dulu beli 110 juta kemudian menjadi 190, ada 80 juta selama 5 tahun atau per tahunnya adalah 16 juta, per bulannya adalah 1,3juta sementara cicilannya Cuma 800ribu. Artinya kenaikan nilainya pun sudah menutup cicilan. Atau rumahnya nggak dihuni bahkan sudah lupa, ditinggal jalan-jalan tapi ada nilai uang 1,3 juta perbulan yang kita tidak harus kerja tapi mendapatkannya,” papar Bedit disela aktivitasnya mengawasi pekerja di perumahan yang sedang ia kembangkan.

Bedid melanjutkan, “itulah enaknya properti, ditinggal tidur ditinggal ke mana pun gak usah dihuni tapi menghasilkan. Walaupun rumahnya mungkin rusak-rusak sedikit tetapi tetap bisa laku karena meskipun (nilai) bangunannya menyusut tapi kan (harga) tanahnya meningkat.”

Meski demikian, Bedid mengingatkan pula tentang beberapa kekurangan investasi  properti antara lain, properti bersifat lokal sehingga investor harus rajin mencari update kisaran harga dan juga harus cermat dalam memperhitungkan harga propertinya. Investasi properti erat kaitannya dengan kepemilikan benda secara fisik sehingga perlu dipelihara dan dirawat. Akibatnya, investor harus menanggung beban beban perawatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00