Meski Pandemi, Ponorogo Alami Kenaikan Produksi Padi Tertinggi di Jawa Timur

KBRN, Ponorogo : Pandemi Covid -19 yang sudah terjadi hampir 1,5 tahun  mulai awal tahun 2020 hingga saat ini ternyata tak begitu berpengaruh terhadap sektor pertanian. Hal ini dapat dibuktikan dengan peningkatan produksi padi di Kabupaten Ponorogo  yang mencapai  17 %.  Data peningkatan kenaikan produksi padi ini dirilis Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) akhir 2020 lalu.

Dan kabupaten Ponorogo mengalami peningkatan tertinggi sebesar 74,61 ribu ton disusul peringkat ke-2  kabupaten Ngawi  sebesar  52,28  ribu ton  dan peringkat ke 3 Kabupaten Bojonegoro sebesar 45,32 ribu ton.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo Andi Susetyo mengungkapkan meski peningkatan Ponorogo tertinggi  namun untuk total produksi  masih di bawah kabupaten Ngawi, karena luasan lahan Ponorogo  jauh dari Ngawi.

Andi Susetyo menjelaskan  ada banyak faktor yang mempengaruhi kenaikan produksi ini. Diantaranya, ketersediaan air  karena ada penambahan yang signifikan sumur dalam dan dangkal, musim penghujan yang cukup panjang, dan serangan hama yang tidak terlalu tinggi. Minimnya serangan hama ini menurut Andi karena dipengaruhi penggunaan pupuk organik yang dinilai mampu meminimalisir munculnya organisme pengganggu tanaman.

“Saya juga menekankan kepada teman-teman Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT) agar se-intensif mungkin melakukan pengawasan dan ketika ada indikasi serangan hama sejak awal  dan jika ada permintaan bantuan pestisida segera dapat tercukupi dan tertangani ,” terang Andi Susetyo, Jumat (21/5/2021)

Sebagaimana diketahui  Provinsi JawaTimur menempati peringkat pertama sebagai produsen  padi terbesar di Indonesia tahun 2020. Produksi padi Jawa Timur meningkat 0,44 juta ton dari 9,58 juta ton pada tahun 2019 menjadi 10,02 juta ton di tahun 2020. Tidak hanya itu, surplus produksi beras Jawa Timur pun meningkat di tahun 2020. Dari yang sebelumnya hanya sebesar 1,28 juta ton pada tahun 2019, menjadi 1,50 juta ton di tahun 2020.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00