TMA Dari Jasa Tirta Bantu Siaga Banjir Hulu-Hilir

KBRN, Madiun : Memasuki musim penghujan, ancaman bencana rawan terjadi di daerah zona merah rawan bencana, termasuk banjir. Terlebih wilayah di sekitar Daerah Aliran Sunga (DAS). Dalam upaya, antisipasi dini banjir, kordinasi dengan lintas sektoral intensif dilakukan. Selain itu, juga memastikan peralatan berfungsi normal.

Kepala Daerah Aliran Sungai (DAS) Madiun, Kantor Sub Divisi Jasa ASA III-2 Perum Jasa Tirta I Achmad Syuhairus Syam, menyampaikan dalam upaya dini mengetahui potensi ancaman banjir, Jasa Tirta menggunakan alat telemeter, serta personel yang siaga 24 jam untuk melakukan pemantauan. Data hasil tangkapan alat secara realtime akan disampaikan ke (Badan Penanggulagan Bencana Daerah) BPBD maupun relawan daerah terkait, untuk antisipasi, bila potensi menjadi ancaman banjir. Dicontohkan, ketika terjadi kenaikan Tinggi Muka Air (TMA) di Ponorogo hulu Sungai Kali Madiun, maka informasi akan disampaikan ke Ngawi, sehingga Ngawi dapat melakukan antisipasi dan persiapan saat menerima banjir kiriman dari hulu.

“Kita menjadi anggotanya whatapps groupnya BPBD sama whatapps groupnya relawan di Ngawi, jadi kalau ada apa-apa kita rutin kirimkan TMA kita. Misalnya (sungai-red) Sekayu (Ponorogo-red) siaga merah kita informasikan ke Ngawi, supaya mereka siap-siap akan kedatangan kiriman air (banjir-red)“kata Achmad.

Achmad menambah pemeriksaan di anak-anak sungai juga dilakukan secara berkala. Selain itu, juga dilakukan pengerukan sedimen dan pembersihan sampah untuk memperlancar aliran air, sehingga tidak menjadi ancaman banjir.

Menurut Achmad, untuk mengetahui potensi bencana ada sejumlah alat yang digunakan. Achmad merinci peralatan untuk mengetahui  Tinggi Muka Air (TMA) ada 10 buah dipasang di sejumlah titik, delapan alat untuk mengetahui tinggi curah hujan, dan 14 alat Early Warning Sistem (EWS).(mk)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00