Cegah Covid-19, Pemkot Madiun Lakukan Penyemprotan Massal

KBRN, Madiun: Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun kembali melakukan penyemprotan massal di tiga kecamatan se Kota Madiun, Jum’at (22/1/2021). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk sterilisasi kota, mengantisipasi penambahan jumlah kasus baru pasien terkonfirmasi positif covid-19.

Adapun dalam sterilisasi massal kali ini, pemkot menerjunkan sejumlah personel dengan 25 kendaraan. Mereka disebar di tiga kecamatan untuk melakukan penyemprotan disinfektan serentak. Penyemprotan akan dilakukan secara massif hingga Minggu (24/1/2021).

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, penyemprotan menyasar jalan protokol dan fasilitas publik. Ia berharap dengan upaya maksimal itu, kasus konfirmasi bisa ditekan. Namun ia juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama membantu pemerintah melawan covid-19 dengan disiplin protokol kesehatan.

“Utama yang kita sterilkan adalah kelurahan yang masuk zona merah. Insya allah hari ini selesai, besok kita evaluasi mana yang kurang dan hari Minggu kita lakukan secara masif. Dari kondisi ini mudah-mudahan PPKM pertama ini selesai, yang kita isolasi sudah masuk semua, kasusnya semakin ringan dan PPKM kedua mereka sudah mulai sembuh,” ucapnya.

Walikota Maidi menjelaskan, pemerintah pusat telah resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap kedua untuk Jawa-Bali. Dimulai 26 Januari hingga 8 Februari mendatang. Maidi meyakini, pada PPKM tahap dua nanti, kasus aktif di Kota Madiun menurun, sedangkan tingkat kesembuhan tinggi.

Hal itu berdasarkan hasil evaluasi PPKM tahap pertama dimulai 11 Januari hingga saat ini, banyak pasien konfirmasi baru berdasarkan hasil tracing petugas. Mereka langsung menjalani isolasi baik di rumah sakit, di rumah maupun di tempat karantina yang telah disiapkan Pemkot Madiun. Dengan begotu saat PPKM tahap dua nanti, mereka bisa dinyatakan sembuh.

“PPKM yang kedua itu kasus kita akan turun. Karena tahap pertama ini semua kontak erat sudah kita tracing semua. Kita  juga sudah melakukan sterilisasi, sehingga mudah-mudahan harapannya kasus aktif bisa turun, kesembuhan bisa meningkat. Tapi masyarakat ya harus tetap disiplin protokol kesehatan,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00