Bantuan Polindes dari Negeri Sakura Diterima Bupati Magetan

KBRN, Magetan: Pemerintah kabupaten Magetan menerima bantuan hibah bangunan dan alat kesehatan (Alkes) dari Pemerintah Jepang. Bantuan tersebut berupa Polindes (Pondok Bersalin Desa) Desa Tegalarum Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. Pembangunan Polindes yang merupakan bantuan hibah dari program Grassroots untuk keamanan manusia oleh Pemerintah Jepang difasilitasi oleh Lembaga Jalin Nusa bertujuan untuk peningkatan kesehatan ibu hamil dan balita di Tegalarum. Serah terimanya dilakukan antara bupati Magetan dengan Konsulat Jenderal Jepang Mr.Masaki Tani yang hadir secara virtual di ruang jamuan Pendopo Surya Graha Rabu (12/1/2021).

Bantuan hibah sarana prasarana kesehatan dari negeri sakura tersebut diterima setelah melalui proses perijinan  Kementerian Dalam Negeri dan terealisasi sebesar Rp 1.072.285.000,0. Ketua lembaga Jalin Nusa, Suud Bawazir menyebut besaran angka bantuan tersebut digunakan untuk membangun polindes yang berdiri diatas aset desa.

“Kita tidak bisa memberi bantuan kalau tanah tersebut belum jelas statusnya, jadi harus milik pemerintah desa atau pemerintah kabupaten. Kita membiayai gedung dan pelaratan total 1M,"kata Suud.

Luas bangunan  kurang lebih 126 m2 dilengkapi dengan ruang tunggu, ruang periksa, ruang bersalin, ruang nifas serta tempat tinggal bagi bidan desa juga peralatan kesehatan yang memadai utamanya bagi ibu dan anak. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu pelayanan bagi ibu hamil dan melahirkan.

Dikesempatan yang sama Bupati Magetan, Suprawoto menyambut baik bantuan tersebut dan berharap kerjasama dapat terjalin sehingga semakin banyak desa yang terbantu baik dibidang kesehatan maupun bidang lainnya.

“Polindes ini adalah Polindes terbaik di Magetan, ini kita akui, baik fisik maupun sarana prasarananya. Kami berpesan kepada Pak Lurah, Ibu dan Bapak Bidan menggunakan fasilitas ini untuk kepentingan masyarakat. Sehingga apabila project ini berhasil bisa jadi pintu masuk project lainnya," papat Suprawoto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00