Resepsi NIkah di Ngawi Sementara Ini Tidak Diperbolehkan

KBRN, Ngawi : Perpanjangan tindak lanjut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Bupati Ngawi Budi Sulistyono kembali mengeluarkan surat edaran. Kal ini terkait, terkait pembatasan kegiatan di tempat ibadah, pondok pesantren maupun resepsi pernikahan.

Dalam Surat Edaran Bupati Ngawi, tertanggal 18 Januari 2021, nomor 451/004/404.013/2021 antara lain berisi kententuan, pelaksanaan kegiatan keagamaan harus dilaksanakan dengan penerapan protocol kesehatan pencegahan Covid-19. Sedangkan kegiatan Jemaah/kolektih di tempat ibadah hanya boleh dihadiri maksimal 50 persen dari dari kapasitas tempat.

Untuk pelaksanaan pernikahan/perkawinan hanya diperbolehkan akad nikah di KUA dengan dihadiri maksimal 10 orang terdiri dari mempelai pria dan wanita, orang tua kedua mempelai, dua orang saksi, penghulu dan Petugas Pencatat Nikah (PPN). Kegiatan akad nikah agar dilaksanakan sesingkat mungkin tanpa mengurangi kesempurnaan akan pernikahan/perkawinan. Sedangkan untuk kegiatan resepsi pernikahan tidak diperbolehkan.

Dalam kesempatan berbeda, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi Endah Pratiwi mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protocol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Makanya sekarang pemerintah menganjurkan tidak hanya 3M tapi 5M sekarang ini. Itu yang perlu kita sosialisasikan, sampaikan ke masyarakat, bahwa masyarakat itu harus tertib disiplin protocol kesehatan“kata Endah.

Endah menambahkan sekarang ini, untuk pencegahan Covid-19 tidak hanya 3 M, namun menjadi 5 M. meliputi menggunakan masker atau faceshield, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Untuk diketahui, data Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi hingga 21 Januari 2021, Jumlah akumulatif Covid-19 di kabupaten Ngawi sebanyak 922 terkonfirmasi positif. Terinci sembuh sebanyak 696 orang, suspek sebanyak 48 orang, probable 2 orang dan meninggal sebanyak 57 orang.(Mk)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00