Penyekatan di Kota Madiun, Pendatang  Diminta Bawa Surat Rapid Tes

KBRN, Madiun: Satgas Covid-19 Kota Madiun memberlakukan kebijakan tegas untuk memutus penyebaran covid-19, satu diantaranya dengan penyekatan pada siang hari. Penyekatan dilakukan oleh unsur TNI, Polri dan pemerintah daerah utamanya di pintu masuk kota. Seperti yang dilakukan di simpang empat Te’an danSimpang tiga PG Rejo Agung, Kamis (21/1/2021).

Sejumlah kendaraan roda dua maupun empat satu per satu diperiksa surat-surat kelengkapan kendaraan, identitas KTP serta surat bebas covid-19. Bahkan dalam penyekatan tersebut ada sejumlah pengemudi dan pengendara yang terpaksa diminta putar balik oleh petugas.

Seperti diungkapkan Arif warga Kabupaten Lamongan yang hendak menuju ke Kota Madiun. Karena tidak membawa surat keterangan rapid tes, sehingga ia terpaksa putar balik.

“Saya dari Lamongan ke Madiun. Tadi dimintai KTP sama surat rapid tes, tapi saya nggak bawa ya akhirnya putar balik dan bikin dulu,” kata Arif.

Lain halnya dengan Arif, Asep warga Ponorogo mengapresiasi upaya pemkot melakukan penyekatan. Kegiatan itu sebagai upaya antisipasi penyebaran covid-19.

“Saya Asep. Kita menunjukkan surat bebas covid-19 dari hasil rapid tes antigen. Saya sangat setuju sekali karena untuk mengantisipasi penyebaran covid-19,” ucap Asep.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Kota Madiun, Maidi membenarkan, ketegasan itu semata untuk memutus penyebaran covid-19. Selain dianjurkan membawa surat rapid tes, para pengguna jalan juga dicek suhu tubuhnya dan tidak boleh lebih 37 derajat celsius. Bagi pelanggar protokol kesehatan, juga diterapkan sidang di tempat.

“Kita semua menyadarkan diri kita masing-masing bahwa surat keterangan sehat itu jaminan terhadap lingkungan dan kemana kita pergi. Itu kebutuhan, bukan kewajiban yang harus kita perintah sebenarnya. Kalau surat bebas covid-19 itu kita bawa, kemanapun kita pergi ya kita aman,” katanya.

Maidi menyatakan, penyekatan siang hari di pintu masuk kota dilakukan sampai berlangsungnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Madiun. Kebijakan itu diterapkan karena kasus pasien konfirmasi meningkat bahkan angkanya diatas rata-rata nasional. Terbukti dalam sepekan terakhir, penambahannya melebihi seratus kasus. Kemudian ruang isolasi di rumah sakit overload, tingkat kesembuhan rendah dan tingkat kematian akibat covid-19 cukup tinggi.

Dengan adanya penyekatan tersebut, Maidi berharap masyarakat semakin disiplin dan taat protokol kesehatan. Sebab, kesehatan bukan kewajiban tetapi kebutuhan. Jika masyarakat bisa menjaga dirinya sendiri, maka penyebaran kasus covid-19 dapat diminimalisasi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00