Ini Respon Pemkot Madiun Soal Seleksi P3K Guru Honorer

KBRN, Madiun: Pemerintah Kota Madiun langsung merespon cepat terkait adanya seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) untuk guru honorer. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menghitung jumlah kebutuhan guru di masing-masing sekolah.

Kepala BKD Kota Madiun, Haris Rahmanudin mengatakan, saat ini belum diketahui angka pasti jumlah guru honorer yang nantinya diikutkan seleksi P3K. Diperkirakan guru honorer di Kota Madiun sekitar 360an orang. Namun pihaknya belum mengetahui jumlah guru yang diusulan karena akan dirapatkan di internal pemkot.

Jika sudah mengetahui angka pasti, tahapan berikutnya akan diusulkan dalam rapat koordinasi (rakor) yang dilaksanakan pada 10-12 Desember nanti.

“Kalau bagi kami pemerintah daerah dengan adanya seleksi P3K bagi guru ya sangat bersyukur karena kita bisa memenuhi kebutuhan guru yang selama ini kurang. Mudah-mudahan dengan adanya P3K melalui Kemendikbud ini, kebutuhan guru bisa terpenuhi,” ucap Haris, Selasa (1/12/2020).

Haris menyatakan,  berdasarkan pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dalam video converance (vidcon) beberapa waktu lalu menyebutkan, seleksi P3K bagi guru honorer dilaksanakan tahun 2021. Seleksi tersebut dapat diikuti semua guru honorer tanpa ada pembatasan kapasitas jumlah peserta, baik yang mengabdi di sekolah negeri dan swasta.

Rekrutmen dilakukan sebagai upaya pemerintah menyediakan pelayanan pendidikan yang berkualitas. Selain untuk meningkatkan ketersediaan pengajar andal, kebijakan itu sekaligus menjadi upaya peningkatan kesejahteraan para guru. Adapun seluruh biaya pelaksanaan seleksi akan ditanggung pemerintah pusat melalui APBN, termasuk gaji guru honorer yang dinyatakan lulus seleksi. (Foto: Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00